Tim PSDA DPUPR Tegal Bekerja Senyap Lawan Genangan di Krandon dan Kaligangsa
- calendar_month 3 jam yang lalu


Di Kolam Retensi Bayeman sendiri, elevasi air terakhir tercatat sekitar 260 sentimeter. Mesin pompa masih terus dioperasikan untuk menjaga agar air tidak kembali meluap ke permukiman warga.
Upaya penanganan juga diperkuat dengan mobilisasi truk tangki penyedot air. Sejak Selasa 30 Desember 2025 hingga Kamis siang 1 Januari 2025, truk-truk tangki hilir mudik menyedot genangan di wilayah Krandon dan membuangnya ke saluran yang lebih aman.
“Alhamdulillah, dari testimoni warga, air sudah jauh berkurang dibanding kemarin. Rata-rata turun sekitar 30 sentimeter,” ungkap Wahyu.
Jika sehari sebelumnya genangan di jalan utama masih mencapai sekitar 60 sentimeter, kini kendaraan roda dua sudah mulai bisa melintas, meski masih tersisa genangan sekitar 20 hingga 30 sentimeter.
Namun, lanjut Wahyu, di gang-gang sempit, ketinggian air masih bervariasi dan di beberapa titik masih relatif dalam.
Untuk mempercepat penanganan, tim dari Balai PSDA Pemali Comal mengirimkan bantuan pompa alcon yang ditempatkan di lokasi truk tangki, tepatnya di depan MI Nurul Hikmah, Kelurahan Krandon.
“Jadi memang di balik genangan air ini, ada tim yang terus siaga. Mulai dari mengoperasikan pompa, buka-tutup pintu air, monitoring wilayah sampai mobilisasi truk tangki,” tutur Wahyu.
Di balik kerja teknis itu, ada cerita kecil yang luput dari perhatian. Hingga pukul 09.23 WIB, Wahyu mengaku tim PSDA DPUPR belum sempat sarapan.
Sejak pagi buta, mereka sudah berada di lapangan memastikan mesin tetap menyala dan air terus bergerak surut. **
- Penulis: Muchammad
- Editor: Nia





















