Buka Latihan Perwasitan Renang, Ini Pesan Wabup Batang

Minggu, 2 Agustus 2026 | 23.00 WIB
Latihan Perwasitan Renang di Batang
Wakil Bupati Batang Suyono, Ketua Umum KONI Batang Teguh Supriyanto, Ketua Harian PRSI/Akuatik Batang Tisna Zuhri Madina foto bersama peserta Latihan Perwasitan Renang Kategori C/Madya di Desa Pasekaran, Kabupaten Batang.

Wakil Bupati Batang Suyono menekankan profesionalisme kepada peserta Latihan Perwasitan Renang Kategori C atau Madya di Desa Pasekaran, Kabupaten Batang

BATANG, puskapik.com - Wakil Bupati Batang, Suyono menekankan pentingnya profesionalisme dan integritas tinggi bagi para calon wasit olahraga.

Pesan tersebut disampaikannya saat membuka acara Latihan Perwasitan Renang Kategori C/Madya di Desa Pasekaran, Kabupaten Batang, Jumat (31/7/2026).

"Peningkatan kualitas diri dan profesionalisme adalah kunci utama agar seorang wasit mampu memiliki nilai jual dan rekam jejak yang diakui secara luas. Segala sesuatu bisa menjadi nilai ekonomi ketika profesionalisme itu ditunjukkan, karena hasil itulah yang akan menentukan,"ujarnya.

Baca Juga: Pertama, Festival Kamir Digelar di Mulyoharjo Pemalang, Angkat Kuliner Khas Daerah

Dia menuturkan, keterbukaan era digital dan media sosial saat ini membuka peluang lebar bagi para tenaga profesional untuk berkiprah hingga ke tingkat nasional.

"Mungkin kalau Anda nanti bekerja secara profesional, apalagi sekarang media sosial sudah biasa, bisa diundang ke mana-mana. Ke Surabaya, pesawat sudah disiapkan, tiketnya, hotelnya sudah. Tapi kalau belum profesional, ya bagaimana cara menjualnya,” jelasnya.

Oleh karena itu, ia meminta para peserta untuk tetap fokus pada tujuan serta menjadikan profesi sebagai ladang ibadah dan dedikasi.

Selain profesionalisme, Suyono menyoroti godaan serta tantangan moral yang kerap dihadapi oleh seorang wasit di lapangan, seperti praktik suap atau iming-iming materi dari pihak tertentu.

“Maka datanglah orang yang menawarkan uang Rp10 juta, bahkan Rp15 juta. Ketika itu diterima, maka akan meruntuhkan integritas anda, yang seharusnya menjadi wasit yang profesional,” tandasnya.

Dia berpesan, agar para peserta kelak menjadi pengadil pertandingan yang jujur, teguh memegang kata hati tanpa terpengaruh oleh tekanan maupun imbalan

Baca Juga: Cetak Sejarah, Dua Paskibraka Kabupaten Tegal Lolos ke Tingkat Jateng 2026, Ini Sosoknya

"Jadilah wasit yang berintegritas, wasit yang mengikuti kata hatinya dengan kejujuran. Karena segala sesuatu dipertanggungjawabkan, tidak hanya di dunia tetapi juga di akhirat,” tegas Wakil Bupati Suyono.

Ketua Panitia Pelatihan sekaligus Ketua Harian PRSI/Akuatik Batang, Tisna Zuhri Madina menuturkan pelatihan Perwasitan Renang Kategori C/Madya Tingkat Jawa Tengah diikuti 34 peserta.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas serta integritas Sumber Daya Manusia (SDM) wasit renang di daerah.

Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Jawa Tengah, tetapi juga wilayah DIY dengan rentang usia 19 hingga 45 tahun.

Dalam kesempatan tersebut, para peserta dibekali berbagai materi mendasar terkait regulasi dan tata kelola pertandingan.

Mulai dari manajemen kompetisi, peraturan, kebutuhan SDM perlombaan, hingga tugas dan fungsi masing-masing wasit juri.

Di renang itu ada sekitar 18 job, mulai dari referee, timekeeper, juri gaya, juri pembalikan, hingga pengatur atlet.

“Saat ini Kabupaten Batang telah memiliki sekitar 60 wasit dan juri renang, serta tiga wasit berlisensi tingkat nasional,"katanya.

Andang menambahkan lulusan pelatihan Lisensi C nantinya akan langsung diberdayakan pada event lokal mendatang, salah satunya ajang Bupati Cup yang dijadwalkan pada November 2026.

"Setelah mendapatkan lisensi C, Inshaallah SDM yang ini bisa digunakan untuk wasit juri pada Bupati Cup November 2026. Kita akan mengakomodir, disisipi dengan yang sudah senior-senior supaya ilmunya bisa dimanfaatkan,”tuturnya.

Ketua Umum KONI Batang, Teguh Supriyatno menilai kesuksesan sebuah kejuaraan dan prestasi atlet tidak dapat dilepaskan dari peran perangkat pertandingan yang adil.

Suatu pertandingan bisa sukses, atlet bisa berprestasi, tidak hanya tergantung pada atlet itu sendiri dan pelatih.

"Kami juga membutuhkan wasit sebagai perangkat pertandingan yang jujur, berintegritas, dan memahami aturan-aturan pertandingan yang ada."

Ketersediaan wasit olahraga di Kabupaten Batang saat ini masih cukup memadai.

Untuk cabang olahraga akuatik, pelatihan lisensi tingkat B (Nasional) direncanakan bakal berlanjut pada akhir Agustus mendatang,"tandas Teguh.***

Artikel Terkait