Bupati Batang Apresiasi Peluncuran 11 Inovasi Layanan Pengadilan Agama, Dorong OPD Mencontoh

Jumat, 26 Juni 2026 | 17.03
Inovasi Pelayanan Pengadilan Agama Batang
Inovasi Pelayanan Pengadilan Agama Batang

Bupati Batang M Faiz Kurniawan mengapresiasi 11 peluncuran inovasi pelayanan publik Pengadilan Agama (PA) Batang yang nyaman berdampak positif bagi masyarakat

BATANG, puskapik.com - Bupati Batang M Faiz Kurniawan mengapresiasi berbagai inovasi yang dilakukan Pengadilan Agama (PA) Batang.

Menurut Bupati Faiz, pelayanan publik tidak hanya diukur dari kecepatan administrasi, tetapi juga kenyamanan masyarakat.

“Saya masuk ke sini melihat kantornya bersih, rapi, dan wangi. Ini menjadi contoh standar pelayanan di lingkungan pemerintah,” kata Bupati Faiz saat menghadiri peluncuran

Baca Juga: Larung Sesaji Tawang, Wujud Syukur Nelayan dan Pesan Menjaga Laut Kendal

11 inovasi pelayanan publik bertepatan HUT ke-58 Pengadilan Agama, Jumat 26 Juni 2026.

Menurut Bupati Faiz, lingkungan pelayanan yang nyaman akan memberikan dampak positif bagi masyarakat yang datang untuk menyelesaikan berbagai persoalan hukum maupun administrasi.

"Itu adalah bagian dari kualitas pelayanan publik. Saya akan dorong Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Batang menjadikan Pengadilan Agama sebagai contoh dalam menciptakan lingkungan pelayanan yang bersih dan nyaman,"tandasnya.

Bupati Faiz menilai, fasilitas yang disediakan, seperti ruang bermain anak dan ruang laktasi, menunjukkan bahwa pelayanan publik kini semakin memperhatikan aspek kemanusiaan.

"Saya memberikan nilai 99 dari 100 atas upaya membangun Pengadilan Agama menjadi kantor yang ramah anak, ramah kepada ibu hamil, dan ramah kepada ibu menyusui,”tuturnya.

Faiz berharap, inovasi yang telah diluncurkan tidak berhenti sebagai seremoni semata, melainkan terus dikembangkan secara berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan peradilan.

Pelayanan Publik Profesional

Kolaborasi antara peningkatan integritas, digitalisasi pelayanan, serta penyediaan fasilitas yang inklusif merupakan langkah penting dalam mewujudkan pelayanan publik yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

"Melalui peluncuran 11 inovasi tersebut, Pengadilan Agama Batang diharapkan semakin memperkuat posisinya sebagai lembaga peradilan yang modern, berintegritas, sekaligus menghadirkan pelayanan yang mudah diakses, nyaman, serta ramah bagi seluruh lapisan masyarakat,"tandasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Pengadilan Agama Batang, Ahmad Sahrus Syidqi menuturkan, berbagai inovasi tersebut dihadirkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan memperkuat integritas lembaga.

Dikatakan, inovasi yang diluncurkan merupakan bagian dari komitmen lembaganya dalam menghadirkan pelayanan peradilan yang modern dan transparan.

Baca Juga: Api Unggun HANI 2026, Simbol Perlawanan Pelajar Kendal terhadap Ancaman Narkoba

Selain itu, juga berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Salah satu inovasi utama adalah penguatan Area Bebas Korupsi sebagai bentuk komitmen menciptakan lingkungan kerja yang bersih dari praktik korupsi maupun gratifikasi.

Ditegaskan, Pengadilan Agama Batang juga terus memperluas digitalisasi layanan guna memberikan kemudahan akses bagi masyarakat.

" Kami terus melakukan pembenahan pelayanan melalui digitalisasi sekaligus memperkuat budaya integritas. Selain layanan berbasis teknologi, PA Batang juga menghadirkan Weekend Court, yaitu layanan khusus pada Sabtu Minggu pertama setiap bulan,"ujarnya.

Ahmad Sahrus menambahkan, layanan tersebut diperuntukkan bagi masyarakat yang ingin mengambil produk pengadilan.

Seperti salinan putusan maupun penetapan secara manual tanpa harus mengganggu aktivitas kerja pada hari biasa.

Sebagai bentuk pelayanan yang lebih inklusif, Pengadilan Agama Batang juga menyediakan fasilitas ramah anak dan ibu berupa ruang bermain anak serta ruang laktasi yang nyaman bagi ibu hamil maupun ibu menyusui.

Tidak hanya itu, lembaga tersebut menghadirkan Ruang Aman Korban Kekerasan dalam Rumah Tangga (KdRT) yang dilengkapi layanan pendampingan psikologis gratis setiap hari.

"Kami bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Batang,"tandasnya

Dalam kesempatan itu juga dicanangkan penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) secara mandiri.

Program tersebut menjadi langkah lanjutan setelah Pengadilan Agama Batang berhasil meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) pada 2025,” tuturnya.***