Pentaskan Tari Nusantara, Amphitheater KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Pertunjukan Seni Budaya

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang terus menghadirkan ruang yang mendukung aktivitas pariwisata, seni, dan budaya dengan lokasi di Amphitheater
BATANG, puskapik.com - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang terus menghadirkan ruang yang mendukung aktivitas pariwisata, seni, dan budaya di tengah perkembangan kawasan industri.
Salah satunya, Amphitheater dengan view Laut Jawa dan dilengkapi helipad yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kegiatan publik maupun pertunjukkan.
Hal ini dibuktikan saat Pagelaran Tari Nusantara dalan puncak acara Tenant Festa, Jumat 28 Agustus 2026 lalu yang dikunjungi lebih dari 10 ribu pengunjung.
Baca Juga: Lagi Nggak Mood? Ini 7 Cara Simpel Menyelamatkan Hari yang Berantakan
Kepala Divisi Corporate Secretary KEK Industropolis Batang, M Burhan Murtaki, menuturkan pemanfaatan Amphitheater sebagai salah satu bentuk pengembangan kawasan yang dapat memberikan pengalaman berbeda bagi masyarakat dan pengunjung.
Disampaikan Burhan, KEK Industropolis Batang tidak hanya menjadi kawasan untuk akitivitas industri, tetapi juga memiliki ruang yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan.
"Kami ingin Amphitheater itu menjadi bagian dari pengalaman masyarakat ketika berkunjung ke kawasan industri yang populer dikenal KITB itu sekaligus memperkenalkan potensi yang dimiliki KEK Industropolis Batang,”ujarnya saat ditemui puskapik.com , Selasa 1 September 2026.
Mengusung semangat "Seni, Tradisi, Budaya, Warisan untuk Masa Depan,” pagelaran Tari Nusantara menghadirkan beragam kesenian budaya Nusantara.
Ada penampilan Tari Kongkorongok, Tari Merak, Tari Mardika Nusantara serta penampilan Serta penampilan live Kusuma Wijaya oleh Pawestri dengan menghadirkan Sanggar Prastikasmara dan Subuh Batang.
Perpaduan seni tari, musik dan suasana kawasan yang berada di tepi laut Jawa menciptakan pengalaman pertunjukan yang berbeda bagi para pengunjung.
Amphitheater KEK Industropolis Batang pun tidak hanya menjadi fasilitas pendukung aktivitas kawasan, tetapi turut hadir sebagai ruang terbuka yang mampu menjadi titik terkumpul masyarakat sekaligus menghadirkan pengalaman budaya dari hiburan di tengah perkembangan kawasan industri.
Kehadiran lebih dari 10 ribu pengunjung yang memenuhi Amphitheater KEK Industropolis Batang menjadi gambaran bahwa perkembangan kawasan tidak dapat berjalan berdampingan dengan ruang sosial, seni, dan budaya.
Wajah Kawasan
Burhan menambahkan kehadiran pertunjukan itu sekaligus memperkenalkan wajah kawasan kepada masyarakat secara lebih luas.
"Momentum tersebut menjadikan Amphitheater KEK Industropolis Batang bukan sekedar lokasi pertunjukan, tetapi bagian dari pengalaman yang meninggalkan kesan bagi masyarakat dari berbagai daerah sekaligus memperkuat daya tarik kawasan sebagai ruang yang terbuka, dinamis, dekat dengan masyarakat,"tuturnya.***


