95 Hektare Sawah di Salem Brebes Andalkan Bendung Darurat

Petani Desa Ganggawang, Salem, Brebes, membuat bendung darurat untuk mengairi 95 hektare sawah karena Bendung Cerugbaga rusak sejak 2022.
BREBES, puskapik.com – Petani Desa Ganggawang, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, membangun bendung darurat secara swadaya untuk mengairi 95 hektare sawah.
Hal itu dilakukan karena bendung Cerugbaga yang rusak sejak 2022 belum diperbaiki.
Kades Ganggawang, A Waad, mengatakan, bendung darurat itu menjadi andalan warga agar pengairan sawah tetap berjalan.
Bendung darurat dibuat menggunakan bronjong bambu yang diisi batu kali. Bronjong itu disusun berjajar melintang di aliran sungai, kemudian diperkuat dengan bilah bambu dan batu yang ditumpuk di sela-selanya.
Baca Juga: Distanparik Pemalang Turun ke Desa-desa Tangani Kesehatan Ternak
Menurut Waad, bendung tersebut cukup membantu pengairan sawah tetap terjaga."Kalau jebol, ya buat lagi. Mengerahkan masyarakat, dibantu santri Taalamulhuda," kata Waad, Rabu, 14 Oktober 2026.
Selain mengairi sekitar 95 hektare sawah, air dari bendung tersebut juga dimanfaatkan untuk lahan tadah hujan seluas 25 hektare dan kolam budi daya ikan milik warga.
Waad mengatakan, selama menjabat kepala desa, dirinya belum pernah menerima bantuan pemerintah untuk memperbaiki bendung permanen Cerugbaga.
Padahal, pengajuan proposal perbaikan telah berulang kali dilakukan."Berulang kali mengajukan proposal, hasilnya nihil," ujarnya.
Para petani berharap Pemkab Brebes segera membangun bendung permanen agar pengairan sawah lebih lancar. Dengan bangunan yang lebih kuat, warga tidak perlu berulang kali membuat bendung darurat setiap kali banjir merusaknya. ***



