Abrasi Sungai Pemali di Kebandungan Bantarkawung Brebes Gerus 500 Meter Tebing, 12 Rumah Terancam

Selasa, 24 Februari 2026 | 12.47
Warga dan relawan memasang material penahan di Sungai Pemali, Kebandungan, Bantarkawung, sebagai upaya darurat menahan laju abrasi yang mengancam rumah.
Warga dan relawan memasang material penahan di Sungai Pemali, Kebandungan, Bantarkawung, sebagai upaya darurat menahan laju abrasi yang mengancam rumah.

Abrasi Sungai Pemali di Bantarkawung Brebes gerus tebing 500 meter, 12 rumah terancam ambruk. Warga berharap penanganan permanen segera dilakukan.

BREBES, puskapik.com – Abrasi Sungai Pemali menggerus tebing sepanjang kurang lebih 500 meter di Desa Kebandungan, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes. Akibatnya, 12 rumah warga yang berada di dekat bibir sungai terancam ambruk.

Kades Kebandungan, Wirsad, mengatakan, erosi tebing terjadi bertahap saat debit sungai meningkat dan meluap. Arus deras mengikis bagian bawah tebing hingga tanah di atasnya runtuh dan membentuk longsoran memanjang mengikuti alur sungai.

“Hingga sekarang abrasi Sungai Pemali makin parah dan mendekati permukiman. Jarak bibir sungai dengan rumah terdekat tinggal sekitar 1,5 meter,” kata Wirsad, Selasa 24 Februari 2026.

Menurut kades, ada 12 rumah terdampak dan berpotensi terancam jika terjadi banjir besar.“Kalau hujan besar lagi dan sungai meluap, kami khawatir gerusan makin melebar. Rumah warga jaraknya sudah sangat dekat, bisa ambruk terbawa banjir,” ujarnya.

Baca Juga: 72 Rumah Rusak Akibat Tanah Bergerak di Desa Kajen Lebaksiu Slawi

Selain mengancam permukiman, abrasi Sungai Pemali juga merusak lahan persawahan milik warga di sepanjang bantaran sungai. Pemerintah desa bersama warga dan relawan telah melakukan penanganan darurat dengan memasang karung pasir dan material penahan di sejumlah titik rawan.

Kades berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret sebelum abrasi Sungai Pemali makin meluas dan merusak rumah.“Kami sudah melaporkan kejadian ini ke Bupati Brebes melalui kecamatan. Penanganan permanen sangat dibutuhkan, termasuk alat berat untuk sodetan atau pengalihan arus sungai,” kata Wirsad.

Sementara itu, Camat Bantarkawung melalui Pelaksana Tugas (Plt) Trantib, Santoso, mengatakan, pihaknya telah turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan.

“Kami sudah melakukan asesmen awal. Kondisinya memang mengkhawatirkan karena gerusan terjadi memanjang dan mendekati rumah warga,” ujarnya.

Santoso menambahkan, laporan abrasi Sungai Pemali telah diteruskan ke Pemkab Brebes untuk mendapatkan penanganan lanjutan.

Artikel Terkait