Cerita di Balik Ben Ngopi Ponpes Al Hikmah 2 Brebes, dari Petani Dawuhan hingga Santri Barista

Santriwati Ponpes Al Hikmah 2 Benda meracik kopi Ben Ngopi berbahan Arabika lokal dalam kunjungan Menko Muhaimin Iskandar, Selasa (3/11/2026).
BREBES, puskapik.com – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengapresiasi upaya Ponpes Al Hikmah 2 Benda, Kabupaten Brebes, dalam mengembangkan ekonomi dan keterampilan santri.
Salah satu contohnya terlihat dari Ben Ngopi, produk kopi pesantren yang menghubungkan hasil pertanian warga dengan keterampilan para santri.
Kopi bermerek Ben Ngopi itu menggunakan biji kopi Arabika yang ditanam petani di Desa Dawuhan, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes. Hasil pertanian tersebut kemudian diolah menjadi produk kopi siap seduh oleh pesantren.
Baca Juga: Pick Up Bermuatan Sapi Terperosok ke Jurang di Paninggaran Pekalongan, 1 Penumpang Tewas
Pengasuh Ponpes Al Hikmah 2, KH Sholahudin Masruri atau Gus Sholah, menjelaskan, bahan baku Ben Ngopi berasal dari kopi yang ditanam petani di wilayah Dawuhan.
Biji kopi hasil panen kemudian melewati sejumlah tahapan pengolahan. Mulai dari pemilahan biji hingga proses pascapanen untuk menghasilkan aroma dan cita rasa kopi.
Melalui produk tersebut, pesantren berupaya mengembangkan potensi kopi lokal sekaligus memberi nilai tambah pada hasil pertanian masyarakat.
Baca Juga: Gegara Bakar Rumput Kering, 10 Ekor Kambing Warga Pekalongan Mati Terbakar
Namun, cerita Ben Ngopi tidak berhenti pada bahan baku dan proses produksi. Pesantren juga melibatkan santri dalam pengembangan usaha kopi, termasuk membekali mereka dengan keterampilan meracik dan menyajikan kopi.
Ponpes Al Hikmah 2 membuka kelas barista bagi santri yang memiliki minat di bidang tersebut. Pelatihan teknik penyeduhan atau brewing diberikan oleh barista yang sengaja didatangkan pihak pesantren.
Keterampilan itu tidak hanya dipelajari di ruang pelatihan. Para santri juga mendapat kesempatan mempraktikkannya secara langsung.
Saat kunjungan Cak Imin pada Selasa, 3 November 2026, sejumlah santriwati bertugas meracik dan menyajikan Ben Ngopi. Mereka menyiapkan kopi yang kemudian dicicipi oleh Menko Pemberdayaan Masyarakat tersebut.
Kelas barista merupakan salah satu dari sejumlah keterampilan yang dikembangkan di lingkungan pesantren. Pembekalan ini menjadi bagian dari upaya menyiapkan santri agar memiliki kemampuan praktis selain pendidikan agama.
Dari sisi pemasaran, Ben Ngopi dijual secara daring. Produk tersebut juga diperkenalkan melalui jejaring antarpesantren untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.
Pengembangan Ben Ngopi mempertemukan beberapa potensi sekaligus. Petani menyediakan bahan baku, pesantren mengolahnya menjadi produk bernilai tambah. Sementara para santri mendapat ruang untuk belajar keterampilan yang dapat menjadi bekal kemandirian. **
Artikel Terkait

Pick Up Bermuatan Sapi Terperosok ke Jurang di Paninggaran Pekalongan, 1 Penumpang Tewas

Gegara Bakar Rumput Kering, 10 Ekor Kambing Warga Pekalongan Mati Terbakar

Polisi Kendal Ringkus Tiga Tersangka di Cilegon, Kasus Pembunuhan di Gedung SPPG Mangkrak
