Hari Santri di Kalijurang Brebes, dari Parade Terbang hingga Kaligrafi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 10.46 WIB
Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Desa Kalijurang, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes.
Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Desa Kalijurang, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes.

Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Desa Kalijurang, Brebes, dimeriahkan parade terbang 100 peserta dari sembilan grup hadroh, lomba kaligrafi, dan tari sufi.

BREBES, puskapik.com – Parade terbang yang diikuti 100 peserta dan lomba kaligrafi mewarnai peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Desa Kalijurang, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes.

Kegiatan yang diinisiasi Pemerintah Desa Kalijurang pada Rabu malam, 21 Oktober 2026 itu dipusatkan di Lapangan Voli MTs Al Ittihadiyah.

Selain parade terbang dan lomba kaligrafi, acara tersebut juga menampilkan tari sufi.

Baca Juga: Resolusi Jihad Era Kini, Ahmad Luthfi Gerakkan 555 Ribu Santri Jateng Perangi Kemiskinan

Rangkaian kegiatan itu menjadi salah satu cara melibatkan masyarakat dalam peringatan Hari Santri sekaligus mengenalkan seni Islami kepada generasi muda.

Parade terbang diikuti 100 peserta dari sembilan grup hadroh. Yakni Al Hidayah dari Dukuh Tengah, As Syafaatul Qolbi dari Kalisalak RT 004, Al Mukarromah dari Kalisalak RT 006, Al Khasanah dari Dukuh Ledug RT 001, dan Al Istiqomah dari Dukuh Ledug RT 002.

Lima grup lainnya adalah Syafa Annisa dari Dukuh Glempang, Adiyudha dari RW 005, Al Hawa dari Karanganyar, serta Al Hilal dari Bomas.

Baca Juga: Jawa Tengah Raih Peringkat 2 Destinasi Wisata Ramah Muslim Terbaik Nasional

Ketua Panitia Signi Ilmi Ramadhan mengatakan, peringatan Hari Santri menjadi momentum untuk mengenang perjuangan ulama dan santri dalam mempertahankan agama serta memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

“Lewat kegiatan ini, kami ingin Hari Santri tidak hanya diperingati sebagai acara tahunan. Anak-anak dan generasi muda juga perlu mengenal tradisi Islam, mencintai selawat, serta menghargai perjuangan para ulama dan santri,” katanya.

Selain parade terbang dan tari sufi, panitia menggelar lomba kaligrafi gratis bagi peserta dari berbagai kelompok usia. Lomba dibagi menjadi tiga kategori, yakni mewarnai kaligrafi untuk anak usia 4–6 tahun, kaligrafi untuk usia 7–11 tahun, serta kategori umum bagi peserta berusia 12 tahun ke atas.

Materi lomba mengangkat Asmaul Husna, antara lain Ar-Rahman, Al-Malik, dan Al-Quddus. Penilaian mencakup kerapian, keindahan, kreativitas, serta komposisi warna.

Kades Kalijurang, Edi Riyanto, berharap peringatan Hari Santri dapat menjadi agenda tahunan. Ia juga mengajak masyarakat meneladani perjuangan ulama dan santri serta mengenalkan nilai-nilai keagamaan kepada generasi muda.

“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan setiap tahun. Yang terpenting, masyarakat ikut terlibat dan anak-anak punya ruang untuk belajar mengenal tradisi keagamaan sejak dini,” katanya.

Artikel Terkait