Jembatan Mlayang Brebes Bakal Pakai Konstruksi Besi IWF

Senin, 21 September 2026 | 18.55
Pengendara motor melewati Jembatan Keruhbehet Mlayang yang rusak.
Pengendara motor melewati Jembatan Keruhbehet Mlayang yang rusak.

Jembatan Keruhbehet Mlayang, Brebes, akan ditangani menggunakan konstruksi besi IWF dengan anggaran Rp600 juta. Pekerjaan diperkirakan mulai awal Oktober.

BREBES, puskapik.com– Penanganan Jembatan Keruhbehet di Desa Mlayang, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, nantinya menggunakan konstruksi besi IWF.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Brebes Dhani Asmoro mengatakan, konstruksi tersebut menjadi bagian dari rencana penanganan jembatan yang rusak sejak akhir 2025.

“Untuk konstruksinya menggunakan besi IWF,” kata Dhani kepada warga usai meninjau jembatan tersebut, Sabtu 19 September 2026.

Baca Juga: Gerakan ASRI, Kader Gerindra Bersihkan Saluran Air di Desa Setu Tegal

Seperti diketahui, Jembatan Keruhbehet menjadi perhatian setelah video warga sakit ditandu melewati jembatan tersebut pada Jumat 18 September 2026 beredar di media sosial.

Dhani mengatakan, penanganan Jembatan Keruhbehet telah dianggarkan sekitar Rp600 juta melalui APBD Kabupaten Brebes 2026.

Namun, pekerjaan fisik masih menunggu proses pengadaan selesai. Dua kali lelang sebelumnya gagal karena tidak ada peserta yang mengajukan penawaran.

Baca Juga: PMI Kabupaten Tegal Distribusikan 652 Ribu Liter Air Bersih, Kemana Saja?

Pada lelang ketiga, sudah terdapat penawaran dan kini masuk tahap evaluasi. Sesuai jadwal, pemenang lelang diumumkan Senin 21 September 2026.

Setelah pengumuman, masih ada masa sanggah sebelum pekerjaan fisik dapat dimulai. DPU memperkirakan pekerjaan bisa dimulai awal Oktober jika seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal.

“Ini bukan ditunda-tunda, tapi memang ketentuan atau aturan yang ada harus dijalani,” ujarnya.

Baca Juga: Stunting Diburu dari Hulu, Jateng Pimpin Gerakan Jabanusa

Jembatan Keruhbehet merupakan akses penting bagi warga Desa Mlayang. Jalur tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan, termasuk bekerja, bersekolah, membawa hasil pertanian dan mengakses layanan kesehatan.

Kerusakan jembatan membuat kendaraan roda empat tidak lagi dapat melintas. Kondisi itu juga menyulitkan warga ketika membutuhkan pertolongan medis. Beberapa warga yang sakit harus ditandu melewati jembatan, seperti terekam dalam video yang viral pada Jumat 18 September 2026.***