Kemarau Panjang, Air Waduk Penjalin Makin Menyusut

Kemarau panjang membuat elevasi Waduk Penjalin Brebes turun menjadi 335,61 meter, sehingga air waduk tak lagi bisa digelontorkan untuk pengairan pertanian.
BREBES, puskapik.com– Air Waduk Penjalin di Desa Winduaji, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, terus menyusut selama kemarau.
Penyusutan ini terlihat dari penurunan permukaan air (elevasi) Waduk Penjalin.
Pada 10 September 2026, elevasi tercatat 335,66 meter. Kemudian pada 30 September 2026, angkanya turun menjadi 335,61 meter atau 3,89 meter di bawah kondisi normal sekitar 339,50 meter.
Muka air saat ini juga lebih rendah dibanding catatan terendah saat kemarau 2014 dan 2015. Saat itu, elevasi terendah tercatat 337,94 meter.
Kondisi ini membuat air waduk tidak lagi bisa digelontorkan untuk mendukung pengairan lahan pertanian di wilayah utara Kabupaten Brebes.
Koordinator Petugas Pintu Waduk Penjalin, Purwanto, mengatakan penyusutan terjadi karena tidak ada pasokan air dari aliran masuk waduk selama kemarau.
Baca Juga: Upaya Pemprov Jateng Atasi Kebakaran TPA Jatibarang
“Sebetulnya di Waduk Penjalin untuk inflownya enggak ada sungai, adanya afur. Kalau musim kemarau afurnya enggak ada airnya,” katanya, Kamis, 1 Oktober 2026.
Afur merupakan aliran air kecil dengan lebar sekitar dua hingga tiga meter. Saat musim hujan, aliran tersebut bersama limpasan air hujan menjadi sumber air Waduk Penjalin.
Penyusutan air membuat tepian waduk yang sebelumnya tergenang mulai terlihat. Di beberapa lokasi, lahan yang mengering dimanfaatkan warga untuk bercocok tanam, termasuk menanam kacang-kacangan.
Waduk Penjalin memiliki luas sekitar 1,25 kilometer persegi dengan daya tampung sekitar 9,5 juta meter kubik.
Dibangun pada masa kolonial Belanda sekitar 1930, waduk ini menjadi salah satu sumber pengairan lahan pertanian di wilayah utara Kabupaten Brebes.
Keberadaan Waduk Penjalin juga menjadi sumber penghidupan bagi warga sekitar.
Sejumlah warga membuka warung untuk melayani pemancing, sementara aktivitas perikanan keramba dan penyewaan jukung untuk memancing turut menggerakkan ekonomi masyarakat.
Purwanto mengatakan kondisi waduk akan kembali terisi apabila hujan mulai turun.
“Kalau hujan nanti, air waduk akan kembali terisi,” katanya. ***



