Pemkab Brebes Luncurkan Program Arjuna, Ini Sasaran dan Tujuannya

Pemkab Brebes luncurkan Program Arjuna untuk perluas pendidikan inklusif bagi ABK, tekan ATS, dan wujudkan layanan setara di seluruh sekolah di Brebes utk.
BREBES, puskapik.com - Pemkab Brebes meluncurkan Program Akselerasi, Responsif, Jaminan Layanan, Universal, dan Nondiskriminatif (Arjuna), kemarin.
Peluncuran program pendidikan inklusif bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) itu, ditandai dengan penandatanganan Rencana Aksi Perubahan Kinerja Organisasi oleh Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma, di SD Negeri Klampok 01, Kecamatan Wanasari.
Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma mengatakan, pihaknya mengapresiasi inisiatif Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) yang menghadirkan program Arjuna.
Baca Juga: Fasilitasi Pengasuhan Anak Buruh, Ahmad Luthfi Resmikan Daycare Tripartit Berdikari
Hal ini sebagai wujud nyata keberpihakan pemerintah kepada seluruh anak tanpa terkecuali. Sebab, setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak. Termasuk anak-anak berkebutuhan khusus.
"Tidak boleh ada lagi anak yang merasa tertinggal atau terpinggirkan. Semua harus kita rangkul, kita dampingi, dan kita beri kesempatan yang sama untuk berkembang,” katanya.
Bupati berharap, melalui program Arjuna yang mengedepankan prinsip akselerasi, responsif, jaminan layanan, universal, dan nondiskriminatif, layanan pendidikan inklusi di Brebes semakin kuat, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Pihaknya mengajak mulai dari pemerintah, sekolah, hingga masyarakat, untuk bersama-sama mendukung pelaksanaan program ini. Keberhasilan program tidak hanya terletak pada konsep, tetapi pada komitmen bersama dalam menjalankannya.
"Saya berharap agar program Arjuna menjadi terobosan baru. Sehingga anak-anak berkebutuhan khusus dapat mengakses pendidikan di sekolah reguler dengan lebih mudah dan setara seperti anak-anak lainnya," ungkapnya.
Kepala Dindikpora Kabupaten Brebes Sutaryono menambahkan, program Arjuna merupakan bentuk kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan pendidikan bagi ABK.
Program ini sekaligus menjadi strategi untuk menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS), dan memperkuat pendidikan inklusif yang menjunjung tinggi kesetaraan.
"Ini langkah strategis pemerintah untuk memastikan hak pendidikan bagi anak terpenuhi, sekaligus meminimalisir kesenjangan layanan,” ujarnya.
Dia mengungkapkan, saat ini masih terdapat kesenjangan akses pendidikan bagi ABK.
Hal ini dipengaruhi oleh keterbatasan fasilitas. Di mana Sekolah Luar Biasa (SLB) di Brebes baru tersedia di wilayah Brebes dan Bumiayu.
"Karena itu, Arjuna hadir sebagai solusi agar layanan pendidikan dapat menjangkau seluruh kecamatan, termasuk melalui integrasi dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM)," terangnya.
Artikel Terkait

TMMD Kodim 0713/Brebes Bangun Jalan Desa Sridadi Jadi Mulus, Petani Terbantu

Sekda Brebes Ungkap Jumlah ASN Terlibat Presensi Fiktif, Positif 2.509 Orang Mayoritas Guru dan Nakes

Dua Pembobol SD di Bumiayu Dibekuk, Satu Masih di Bawah Umur
