Pemuda di Brebes Datangi Mapolsek Mengaku Memutilasi Ayahnya

Pemuda berinisial HES (24) di Brebes menyerahkan diri ke polisi dan mengaku membunuh serta memutilasi ayahnya empat bulan lalu akibat dendam.
BREBES, puskapik.com - Dugaan pembunuhan dengan memutilasi korbannya terjadi di Kecamatan Kersana, Kabupaten Brebes. Kasus itu terkuak setelah seorang pemuda HES (24), mendatangi Mapolsek Kersana dan mengaku telah membunuh ayahnya
Pemuda asal Desa Kemukten, Kecamatan Kersana ini, mendatangi Mapolsek Kersana, Kamis (15/10). Ia mengaku membunuh ayahnya dan memutilasi tubuh korban menjadi beberapa bagian. Atas laporan itu, Tim Inafis Satreskrim Polres Brebes melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di dua tempat yang diduga menjadi lokasi pembunuhan di Desa Kemukten Kecamatan Kersana Kabupaten Brebes, Sabtu 17 Oktober 2026.
Olah TKP dilakukan untuk mencari bukti-bukti terkait pengakuan HES (24} tersebut. Lokasi pertama, Olah TKP adalah rumah yang selama ini ditinggali terduga pelaku bersama ayah, ibu dan kedua adiknya. Kemudian lokasi kedua di rumah yang dibeli terduga pelaku, di salah satu kompleks perumahan.Kedua lokasi itu jaraknya masih berdekatan..
Di hadapan petugas Polsek Kersana, HES mengaku telah membunuh dan memutilasi ayahnya, W (50). Aksinya itu dilakukan sekitar empat bulan lalu. HES juga mengaku, membutuhkan empat hari untuk menghilangkan jejak pembunuhan tersebut. Di rumah yang HES tinggali bersama keluarganya, diduga menjadi lokasi pembunuhan dan mutilasi jasad ayahnya.
Baca Juga: 5.500 Pelari Ikuti AHY Run di Semarang, Ahmad Luthfi Incar Kota Sehat Ekonomi Kuat
Sedangkan rumah yang berada di kompleks perumahan, menjadi lokasi perebusan jasad yang telah dimutilasi menjadi 10 bagian. Di rumah ini, HES merebus potongan jasad itu selama dua hari. Di rumah ini pula, terduga pelaku membakar tulang belulang jasad ayahnya selama dua hari.
Jasad korban yang sudah rebus dan hancur itu kemudian dibuang ke dua sungai berbeda. Rentetan peristiwa tersebutbberdasarkan pengakuan HESi kepada polisi.
"Awalnya Polsek Kersana kedatangan seorang pemuda, warga Desa Kemukten. Ia datang sekitar pukul 17.30, Kamis malam dan mengaku telah membunuh orang, yaitu ayahnya. Berdasarkan pengakuan tersebut kami tindaklanjuti," kata Kapolsek Kersana, AKP Teguh Adi Winarko di lokasi olah TKP, Sabtu 17 Oktober 2026.
Dia mengatakan, pihaknya sampai hari ini, telah memanggil pihak-pihak terkait untuk menjalani pemeriksaan di Polres Brebes. Sementara olah TKP bertujuan untuk mencari bukti-bukti terkait dengan pengakuan pemuda tersebut.
"Selanjutnya kalau bukti-bukti terkumpul nanti akan dinaikkan dalam tahap penyidikan," terangnya.
Sementara HES (24), kini telah diamankan dan dimintai keterangan oleh pihak kepolisian di Mapolres Brebes. Polisi juga menggali keterangan atas peristiwa yang belum diketahui kepastiannya itu dari ibu HES (24).
Pengakuan terduga pelaku itu, sontak membuat geger kerabat dan tetangganya. Mereka tak menyangka pengakuan itu keluar dari seorang pemuda yang dikenal pendiam.
"Saya kaget, tiba-tiba ada polisi yang ramai-ramai datang ke rumah HES dan memasang garis polisi. Kita tahu informasi HES mengaku membunuh ayahnya juga dari media sosial. Di medsos rame," kata Taryono, paman HES ditemui di rumahnya di Desa Kemukten.
Dari informasi yang dihimpun menyebutkan, terduga pelaku memiliki dendam dengan ayahnya. Itu karena sang ayah malas bekerja. Ayahnya pun sering meminta rokok kepada istrinya (ibu HES-red), dengan cara memaksa. Kebiasaan itu berlangsung sejak lama yang akhirnya membuat terduga pelaku emosi.
Bibi terduga pelaku, Ina (50), mengatakan, selama ini Waslam tidak bekerja dan kerap memaksa meminta rokok. Kerabat dan tetangga hanya mengetahui jika W (50) saat ini sedang berjualan siomay di Kota Tegal. Mereka pun tak menaruh kecurigaan terhadap ketiadaan W (50) selama berbulan-bulan.
"Tetangga nggak ada yang merasa curiga. Kata Hadi memang W (50), lagi jualan siomay menggunakan sepeda motor. Kalau istrinya butuh uang dan tanya keberadaan W, terduga pelaku selalu mengatakan kebutuhan keluarganya dia yang tanggung," ungkapnya. ***
Artikel Terkait

Raperda Pendidikan di Kabupaten Pekalongan Disepakati, Ciptakan Sekolah yang Aman dan Inklusif

Buka Jumbara PMR XII di Kajen, Begini Pesan Plt Bupati Pekalongan Sukirman

Polisi Bongkar Septik Tank Rumah Terduga Pelaku Mutilasi Ayah Sendiri di Brebes
