Proyek Jalan Lingkar Penjalin Brebes Rp6,4 Miliar Segera Dikerjakan

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18.40 WIB
Sosialiasi pelaksanaan proyek Jalan Lingkar Waduk Penjalin di Kantor Desa Winduaji, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jumat sore, 23 Oktober 2026.
Sosialiasi pelaksanaan proyek Jalan Lingkar Waduk Penjalin di Kantor Desa Winduaji, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jumat sore, 23 Oktober 2026. (Dok.)

Proyek Jalan Lingkar Waduk Penjalin Brebes senilai Rp6,4 miliar resmi dimulai. DPU Brebes targetkan pengerjaan rampung pada Desember 2026 mendatang.

BREBES, puskapik.com – Proyek peningkatan jalan lingkar Waduk Penjalin di Desa Winduaji, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, dimulai.

Proyek ini dikerjakan oleh PT Sumber Rejeki dengan nilai kontrak Rp 6,4 miliar atau 20 persen lebih rendah dari pagu anggaran Rp8 miliar.

Pekerjaan sepanjang sekitar tiga kilometer itu ditargetkan rampung pada Desember 2026.

Hal itu terungkap dalam sosialisasi pekerjaan konstruksi perbaikan jalan lingkar Waduk Penjalin di Kantor Desa Winduaji, Jumat sore, 23 Oktober 2026.

Sosialisasi dihadiri langsung Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Dani Asmoro, kades dan sejumlah elemen masyarakat setempat.

Kades Winduaji, H Abdurrahman, menyambut baik realisasi perbaikan jalan yang telah lama diusulkan warga. Namun, ia mengingatkan kontraktor agar memperhatikan kualitas pekerjaan.

Baca Juga: Mutasi di Polres Tegal Kota, Kabag SDM dan Tiga Kasat Resmi Berganti

“Jika sesuai spek, saya rasa tidak akan ada masalah,” ujarnya.

Abdurrahman juga meminta pekerjaan segera dimulai mengingat musim hujan mulai tiba. Percepatan pengerjaan diperlukan agar proyek tidak terkendala cuaca.

Kepala DPU, Dani Asmoro, mengatakan, surat perjanjian kontrak telah ditandatangani pada 12 Oktober 2026. Menurut Dani, proyek tersebut ditargetkan selesai Desember.

Dengan sisa waktu efektif sekitar dua bulan, pekerjaan harus diselesaikan sesuai jadwal, mutu, dan manfaat yang direncanakan.

Dani juga menegaskan, DPU Brebes akan menggandeng laboratorium independen bersertifikat untuk menguji mutu hasil pekerjaan.

Pengawas proyek, Mitro, menjelaskan penanganan jalan mencakup panjang sekitar 3 kilometer dengan lebar bervariasi 3,5 hingga 4 meter. Pekerjaan tidak seluruhnya menggunakan beton karena sejumlah titik akan diaspal.

Selama pengerjaan, masyarakat diminta bersabar karena mobilisasi material dan alat berat berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas di sekitar lokasi.

Sementara itu, Doni, warga setempat, berharap proyek tersebut melibatkan tenaga kerja lokal. Ia juga mengingatkan pentingnya fasilitas pendukung, terutama saluran drainase dan penahan tebing.***

Artikel Terkait