Tak Lagi Dibakar, Sampah di Brebes Disulap Jadi Paving hingga Kursi

Senin, 6 April 2026 | 10.23
Rumah Kreatif 3R Bank Sampah Desa Randusanga Kulon, menjadi percontohan pengelolaan sampah terpadu dari hulu hingga hilir. Foto : Perbanusa Jateng
Rumah Kreatif 3R Bank Sampah Desa Randusanga Kulon, menjadi percontohan pengelolaan sampah terpadu dari hulu hingga hilir. Foto : Perbanusa Jateng

Brebes perkuat pengelolaan sampah lewat bank sampah dan konsep 3R, dorong ekonomi sirkular serta upaya keluar dari status darurat sampah.

BREBES, puskapik.com - Upaya mengatasi persoalan sampah di Kabupaten Brebes terus diperkuat.

Salah satunya melalui kegiatan Halal bihalal dan pembekalan bagi direktur serta pengurus bank sampah se-Kecamatan Brebes yang digelar di Desa Randusanga Kulon, Minggu 5 April 2026.

Ketua Perbanusa Jawa Tengah, Rohmat Budi Sanjoyo, berharap status darurat sampah yang masih melekat di Kabupaten Brebes tidak berlangsung lama.

Rohmat mengungkapkan, saat ini terdapat 17 bank sampah yang tersebar di wilayah Kecamatan Brebes, mencakup tiga desa dan empat kelurahan.

Baca Juga: Hadapi El Nino, Pemalang Siapkan Cadangan Pangan

"Di antaranya Bank Sampah Desa Randusanga Kulon, Banjaranyar, dan Kedunguter. Sementara di kelurahan ada Limbangan Wetan, Limbangan Kulon, Brebes, dan Pasar Batang," jelas Rohmat.

Menurut Rohmat, keberadaan bank sampah kini bahkan telah menjangkau hingga tingkat RW.

Sejumlah kelompok Program Keluarga Harapan atau PKH juga mulai terlibat dalam kegiatan penimbangan sampah, meski masih terintegrasi dengan bank sampah di tingkat kelurahan.

"Selama enam bulan terakhir, Perbanusa konsisten mendampingi Brebes untuk menuntaskan darurat sampah melalui sinergi dan kolaborasi," kata Rohmat.

Baca Juga: Nawal Yasin Ajak Pengrajin Perkuat Posisi Jateng sebagai Pusat Produksi Batik Nasional

Sementara itu, Kepala Bidang Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Brebes, Andriani, menilai Bank Sampah Rangkul Ceria di Desa Randusanga Kulon memiliki keunggulan tersendiri.

Menurut Andriani, keberadaan rumah kreatif 3R atau Reduce, Reuse, Recycle di lokasi tersebut berpotensi menjadi proyek percontohan pengelolaan sampah terpadu dari hulu hingga hilir.

"Mulai dari rumah tangga, sekolah, pelaku usaha, petugas kebersihan hingga pengepul rongsok bisa bermitra dalam satu sistem," ujar Andriani.

Dukungan juga datang dari Anggota DPRD Kabupaten Brebes, Heri Agus Nur Rohman.

Heri Agus menilai, selama ini sebagian besar sampah rumah tangga hanya berakhir di tempat pembuangan akhir atau TPA, termasuk sampah multilayer, pakaian bekas hingga limbah karet.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait