Harga Plastik Melonjak Tajam di Pemalang

Harga plastik di Pemalang melonjak tajam jelang Lebaran, pedagang tertekan biaya operasional akibat kenaikan bahan baku global.
PEMALANG, puskapik.com – Kenaikan harga plastik dalam beberapa pekan terakhir menjadi perbincangan di tengah masyarakat, khususnya kalangan pelaku usaha kecil dan pedagang.
Meroketnya harga plastik itu juga terjadi di Kabupaten Pemalang. Lonjakan harga yang membuat gusar para pedagang ini berdampak langsung pada biaya operasional sehari-hari.
Salah satu pedagang plastik di kawasan Pasar Pagi Pemalang, Jemy (21), mengungkapkan, bahwa kenaikan harga sudah mulai terasa sejak dua minggu menjelang Lebaran 2026.
“Waktu itu dari Rp 27 ribu ke Rp 32 ribu, terus setiap hari sekali naik Rp 1000, sampai sekarang Rp 52 ribu untuk plastik wadah yang bening,” kata Jemy saat ditemui puskapik.com, Senin 6 April 2026.
Baca Juga: Hadapi Ancama El Nino, Dinas Pertanian Brebes Ambil Langkah Ini
Menurutnya, harga plastik bening menjadi yang paling tinggi dibanding jenis lainnya. Saat ini, sebagian besar pedagang sudah menjualnya di kisaran Rp 52 ribu per kilogram.
“Umumnya pedagang pada jual Rp 52 ribu, kalau belum berani jual segitu, saya masih Rp 50 ribu per-kilo," tutur Jemy.
Ia menyebut, kenaikan harga dari distributor sebenarnya terjadi lebih drastis, namun dirinya memilih menaikkan harga secara bertahap untuk menjaga daya beli pelanggan.
“Sebetulnya naiknya dari sana Rp 3000 sampai Rp 4000 setiap hari, tapi saya naikinnya pelan-pelan tiap hari Rp 1000, takutnya barangkali yang beli pada kaget,” tambahnya.
Baca Juga: Hadapi El Nino, Pemalang Siapkan Cadangan Pangan
Tak hanya plastik wadah bening, kenaikan juga terjadi pada berbagai jenis plastik lainnya. Namun, besarnya kenaikan berbeda-beda.
“Semua jenis plastik naik, tapi yang paling tinggi yang bening itu,” jelas Jemy.
Untuk plastik kantong kresek, kenaikan dinilai tidak sebesar jenis lainnya.
“Plastik kantong kresek naik, tapi enggak signifikan yang sampai Rp 20 ribu, paling Rp 10 ribu atau Rp 12 ribu. Kantong kresek bening, dulu Rp 28 ribu, sekarang Rp 42 ribu,” ungkap Jemy.
Selain itu, plastik gelas cup yang biasa digunakan untuk minuman gelas juga mengalami lonjakan cukup tajam. Kondisi ini dinilai memberatkan pelaku usaha minuman gelas.
“Terus yang plastik gelas cup untuk es teh itu juga naik. Itu yang bikin orang pada pusing, soalnya itu naiknya lumayan, yang tadinya Rp 13 ribu, sekarang Rp 22 ribu,” katanya.
Jemy menambahkan, plastik wadah bening menjadi jenis yang paling banyak dicari sehingga dampak kenaikan harganya paling terasa di pasar.
“Paling tinggi konsumsinya plastik wadah bening,” ucapnya.
Eskalasi Konflik Global Diduga Jadi Pemicu
Terkait penyebab kenaikan harga, Jemy menduga faktor utama berasal dari naiknya harga bahan baku berupa biji plastik di pasar global akibat eskalasi konflik Iran vs Israel dan Amerika Serikat.
“Faktornya karena kenaikan harga biji plastik sih, efek perang juga, soalnya kan biji plastik itu dari China, kemungkinan lagi bantu Iran,” ujarnya.
Kenaikan harga tersebut, kata Jemy, bisa dipicu oleh terganggunya distribusi maupun mahalnya harga bahan baku impor.
“Antara pengiriman biji plastik yang terhambat atau bahan bakunya yang mahal, itu memang dari china, karena kalau mengandalkan biji plastik lokal enggak bagus seperti itu,” pungkasnya.