RAT 2025, KPTR Sumber Manis Pangkah Tegal Bertransformasi Keanggotaan ke Luar Daerah

Koperasi Petani Tebu Rakyat (KPTR) Sumber Manis Pangkah, Kabupaten Tegal menggelar Rapat Anggota Tahunan ( RAT) Tutup Buku 2025
SLAWI, puskapik.com - Koperasi Petani Tebu Rakyat (KPTR) Sumber Manis Pangkah, Kabupaten Tegal menggelar Rapat Anggota Tahunan ( RAT) Tutup Buku 2025 di Ruang Pertemuan Adyasta Hotel Grand Dian Slawi, Rabu, 14 Januari 2026.
Sebanyak 70 peserta terdiri atas pengurus, pengawas dan anggota mengikuti RAT tersebu.
Hadir Kepala Dinas Koperasi , UKM dan Perdagangan Kabupaten Tegal Imam Rudy Kurnianto, Kepala Bidang Sarana Pertanian Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Abdul Syakur, Ketua KPTR Sumber Manis Eko Budi Hartono, Ketua DPP Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Fatchuddin Rosyidi.
Hadir pula General Manager PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) Unit Kerja PG Sragi Zaenal Arifin, General Manager Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) Unit Kerja PG Tersana Baru Sigit dan General Manager PT Wahana Gula Investama (WGI) Wayan Sukasedana.
Ketua KPTR Sumber Manis, Eko Budi Hartono menyampaikan, KPTR Sumber Manis telah bertransformasi dalam hal keanggotaan.
Meski wilayah kerjanya berada di Kabupaten Tegal, anggota Koperasi Sumber Manis tersebar di berbagai daerah.
“Selain transformasi keanggotaaan, kami juga melakukan pelayanan kepada beberapa anggota yang ada di luar Kabupaten Tegal seperti dari Purbalingga dan Pemalang . Ini dilakukan supaya Koperasi Sumber Manis menjadi lebih besar,”jelas Eko Budi Hartono.
Eko menegaskan, meskipun PG Pangka sudah berhenti beroperasi, namun KPTR Sumber Manis tetap eksis. Bahkan sekarang memiliki tiga pabrik yakni SGN, RNI dan WGI.
Baca Juga: Cuaca Ekstrem Ancam Pangan, Gubernur Luthfi Dorong Asuransi Gagal Panen
Pelaksanaan RAT KPTR Sumber Manis mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Imam Rudy Kurnianto.
RAT Tercepat
Menurut Rudy, KPTR Sumber Manis masuk sepuluh besar koperasi yang melaksanakan RAT tercepat tahun 2026.
Rudy menyebutkan, sesuai ketentuan , koperasi harus melaksanakan RAT pada Januari sampai Maret.
"Namun, kenyataan di lapangan banyak yang melaksanakan setelah Maret,"ujarnya.
Menurut Rudy, Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan telah melaksanakan monitoring, evaluasi perkembangan kegiatan KPTR Sumber Manis dari tahun ke tahun.
Berdasarkan catatan 2024 dan 2025 kinerja KPTR Sumber Manis mengalami kenaikan.
Dari sisi aset naik 3,94 persen atau Rp 95,8 juta , omzet naik 14,57 persen atau Rp 31,1 juta , jumlah modal sendiri naik 3,77 persen atau Rp 90,8 juta dan jumlah sisa hasil usaha (SHU) naik8,53 persen atau Rp 1,96 juta. bahkan jumlah anggota naik 12,07 persen atau 7 orang.
Pihaknya juga telah melaksanakan penilaian kesehatan kinerja KPTR Sumber Manis di tahun 2025 untuk tutup buku 2024.
Ada empat kriteria yang dinilai, yang pertama tata kelola termasuk kategori sehat , profil risiko kategori sehat, kinerja keuangan masih perlu ditingkatkan, dan permodalan dalam kategori cukup sehat.
Akumulasi penilaian kesehatan masuk 73,97 atau masuk kategori cukup sehat.
“Harapannya RAT tahun depan, naik satu level ke level tertinggi yakni di kategori sehat,”sebutnya.
KPTR Sumber Manis memiliki sejumlah bidang usaha diantaranya jasa penyaluran dan bergulir , pendapatan gula pasir, pupuk, pendapatan jasa/sewa tractor, grabloader, truk, tanah sawah dan jasa bank. Total pendapatan selama 2025 sebesar Rp 244.898.111.***



