UMKM Konveksi Kedungwuni Pekalongan Tembus Pasar Luar Negeri Lewat Digital Marketing

Selasa, 19 Mei 2026 | 20.39
puskapik

UMKM konveksi asal Kedungwuni, Pekalongan bertahan dan berkembang lewat digital marketing hingga produknya menembus pasar luar negeri seperti Malaysia.

PEKALONGAN, puskapik.com – Perjalanan usaha tidak selalu berjalan mulus. Pasang surut hingga sempat vakum pernah dirasakan Hanafi Ahmad, pelaku UMKM Konveksi asal Desa Paesan Utara, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan.

Namun berkat pemanfaatan teknologi digital dan pemasaran online, usahanya kini mampu bertahan bahkan menembus pasar luar negeri.

Hanafi menekuni usaha produk celana berbahan kanvas sejak tahun 2022. Sebelum fokus mengembangkan produk konveksi celana, ia lebih dahulu berjualan produk pakaian batik ke sejumlah pasar lokal, termasuk wilayah Semarang.

Baca Juga: TOT Pertanian Terintegrasi di Limbangan Cetak Petani Milenial Berbasis Teknologi di Kendal

Seiring perkembangan teknologi, Hanafi mulai memanfaatkan penjualan secara online sejak tahun 2015. Menurutnya, pemasaran digital memberikan peluang pasar yang lebih luas dibandingkan cara penjualan konvensional.

“Kalau melalui online lebih enak karena pasarnya lebih luas dan jangkauannya lebih banyak,” ujarnya.

Dalam menjalankan usahanya, Hanafi menggandeng sejumlah mitra atau partner untuk mendukung proses produksi dan pemasaran produk.

Baca Juga: Desa Penakir Pemalang Jadi Kampung Siaga Bencana, Antisipasi Gunung Meletus

Berbagai platform digital marketing dimanfaatkan untuk memasarkan produknya, mulai dari promosi melalui media digital hingga mengunggah foto produk ke marketplace.

Pada tahun 2024, Hanafi mulai memanfaatkan platform Shopee sebagai salah satu sarana penjualan. Menurutnya, kehadiran marketplace sangat membantu meningkatkan jangkauan pasar dan mendongkrak penjualan.

Bahkan saat pandemi Covid-19 melanda, usahanya justru mengalami peningkatan permintaan. Di saat banyak masyarakat beralih ke belanja online, penjualan produk miliknya ikut terdongkrak.

“Saat pandemi justru penjualan lebih bagus karena masyarakat banyak yang berbelanja secara online,” katanya.

Saat ini, usaha yang dijalankannya memproduksi puluhan bahkan ratusan celana per hari dengan didukung enam orang karyawan. Namun ketika permintaan meningkat, kapasitas produksi dapat meningkatkan juga 50 persen hingga 70 persen.

Produk celana yang dipasarkan Hanafi tidak hanya menyasar pasar dalam negeri, tetapi juga telah menjangkau pasar luar negeri seperti Malaysia, Hong Kong, dan beberapa negara lainnya.

Meski pernah mengalami pasang surut usaha dan bahkan sempat vakum selama satu tahun, Hanafi memilih untuk bangkit dan kembali mengembangkan bisnisnya.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait