Sering Dilihat tapi Jarang Tahu, Ini Khasiat Sambang Darah

Rabu, 28 Januari 2026 | 12.37 WIB
Tanaman Sambang Darah
Tanaman Sambang Darah

Sambang darah bukan hanya tanaman hias estetik, tapi juga herbal berkhasiat yang dimanfaatkan turun-temurun untuk berbagai keluhan kesehatan.

SLAWI, puskapik.com – Sambang darah (Excoecaria cochinchinensis) bukan sekadar tanaman hias dengan perpaduan warna daun merah dan hijau yang mencolok.

Di balik tampilannya yang menarik, tanaman ini dikenal luas sebagai tanaman herbal yang memiliki beragam khasiat bagi kesehatan dan telah dimanfaatkan sejak lama dalam pengobatan tradisional masyarakat Indonesia.

Mengutip laman resmi perkebunan.brmp.pertanian.go.id, sambang darah termasuk tanaman obat yang memiliki nilai etnofarmakologi tinggi.

Baca Juga: Andong Merah Tanaman Familiar Ini Ternyata Punya Segudang Manfaat

Daunnya secara turun-temurun dipercaya berkhasiat untuk membantu mengatasi berbagai keluhan kesehatan, seperti gatal-gatal pada kulit, perdarahan ringan, disentri, muntah, hingga batuk berdarah.

Khasiat tersebut menjadikan sambang darah sebagai salah satu tanaman herbal yang masih digunakan hingga saat ini, terutama di lingkungan masyarakat yang akrab dengan pengobatan tradisional.

Pemanfaatan sambang darah umumnya dilakukan dengan mengolah bagian daun, baik direbus maupun ditumbuk sesuai kebutuhan.

Baca Juga: Pegagan Tanaman Herbal Untuk Kecantikan

Pengetahuan mengenai cara pengolahan dan penggunaannya diwariskan dari generasi ke generasi, sehingga menjadi bagian dari kearifan lokal dalam menjaga kesehatan secara alami.

Meski demikian, penggunaannya tetap memerlukan kehati-hatian agar dosis dan cara konsumsi tidak menimbulkan efek yang tidak diinginkan.

Di Kabupaten Tegal, tanaman sambang darah dapat dengan mudah ditemui di kawasan Wisata Kesehatan Jamu (WKJ) Kalibakung. Kawasan ini beralamat di Jl. Raya Kalibakung, Kebonagung, Kalibakung, Kec. Balapulang, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, dan dikenal sebagai pusat edukasi jamu yang menggabungkan potensi tanaman obat tradisional dengan layanan kesehatan berbasis kearifan lokal.

Baca Juga: Cewek Wajib Tahu, Kesumba Keling Ternyata Aman untuk Pewarna Lipstik

Beragam tanaman herbal, termasuk sambang darah, diperkenalkan kepada masyarakat sebagai alternatif pendukung pengobatan yang aman dan terarah.

WKJ Kalibakung tidak hanya berfungsi sebagai tempat wisata edukatif, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran bagi masyarakat mengenai manfaat dan pengelolaan tanaman obat.

Pengunjung dapat mengenal jenis-jenis tanaman herbal, khasiatnya, serta cara pemanfaatan yang tepat sesuai dengan prinsip kesehatan.

Menariknya, penggunaan tanaman herbal di WKJ Kalibakung tidak dilakukan secara sembarangan.

Setiap pemanfaatan tanaman obat dilakukan dengan pendampingan tenaga kesehatan serta berdasarkan rekomendasi dokter.

Hal ini bertujuan agar penggunaan herbal, termasuk sambang darah, tetap aman dan disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing pasien.

Dengan pendekatan tersebut, sambang darah tidak hanya dipandang sebagai warisan pengobatan tradisional, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.

Keberadaannya di WKJ Kalibakung menjadi bukti bahwa tanaman herbal lokal masih relevan dan memiliki peran penting dalam mendukung layanan kesehatan tradisional di Kabupaten Tegal.

Linda Siswa SMK Negeri 1 Slawi

Artikel Terkait