15.000 Lebih Kunjungi Pameran UMKM HUT ke-81 Pemprov Jateng, Taj Yasin: Makin Naik Kelas

Minggu, 23 Agustus 2026 | 10.38
puskapik

Pameran UMKM HUT ke-81 Jateng dikunjungi 15.159 orang dengan transaksi Rp1,165 miliar. Taj Yasin mendorong UMKM terus naik kelas hingga pasar internasional.

SEMARANG, puskapik.com —Sukses Pameran UMKM dalam rangka Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah tidak semata diukur dari jumlah pengunjung maupun nilai transaksi.

Lebih dari itu, pameran diharapkan mampu mendorong peningkatan kelas dan jangkauan pasar produk UMKM.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, mewakili Gubernur Ahmad Luhtfi, saat menutup Pameran Program dan UMKM HUT ke-81 Provinsi Jawa Tengah, di Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Sabtu, 22 Agustus 2026.

Baca Juga: Ahmad Luthfi: Gumregut Nyawiji Membangun Jawa Tengah

Dikatakan, peningkatan tersebut terlihat dari sejumlah produk UMKM Jawa Tengah yang berhasil memperluas pasar hingga mancanegara. Salah satunya produk jamu yang telah menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan mitra dari Malaysia.

“Bukan hanya pengunjungnya yang banyak, bukan hanya hasilnya yang melimpah, tetapi ada peningkatan. Dan itu nyata. Ada salah satu jamu yang menyampaikan kepada kami akan MoU dengan Malaysia,” ujarnya.

Ia menilai, capaian tersebut menjadi bukti bahwa pameran dapat menjadi sarana bagi pelaku usaha untuk meningkatkan skala bisnis.

Baca Juga: Fun Run HUT Provinsi Jateng, Ajang Hidupkan Kembali Maerokoco

UMKM yang sebelumnya hanya menjangkau pasar kabupaten/kota dapat berkembang ke tingkat nasional bahkan internasional.

“Artinya kita mengantarkan para pelaku UMKM kita yang skala kecil menjadi menengah, menengah menjadi besar. Yang awalnya hanya di sekitar kabupaten/kota, lompatannya bukan hanya di tingkat provinsi, tetapi sampai ke luar negeri,” katanya.

Selain produk jamu, pameran juga mendapat partisipasi dari sejumlah provinsi di luar Jawa Tengah. Kehadiran peserta dari Kalimantan dan Sumatera dinilai menjadi indikasi semakin luasnya daya tarik pameran.

Ia berharap penyelenggaraan tahun depan dapat semakin menarik, bukan hanya dalam mendatangkan pengunjung, tetapi juga mendorong masyarakat untuk berbelanja produk UMKM.

“Bukan hanya menarik pengunjungnya, tetapi juga menarik untuk membelanjakan uangnya di UMKM kita. Bagaimanapun juga ini bagian dari menyejahterakan UMKM, menyejahterakan masyarakat Jawa Tengah, dan bagian dari pengentasan kemiskinan,” ujarnya.

Taj Yasin juga mengapresiasi pelayanan OPD, khususnya fasilitasi bagi UMKM yang ingin menembus pasar ekspor. Menurutnya, penguatan UMKM penting karena sektor tersebut terbukti mampu menopang perekonomian dalam menghadapi berbagai krisis, termasuk krisis moneter dan pandemi Covid-19.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait