Atlet Berkuda Muda dari Kendal Bidik Kompetisi Internasional

Rabu, 26 Agustus 2026 | 13.02
Atlet berkuda dari sejumlah  pusat pelatihan berlatih bersama. (edhot)
Atlet berkuda dari sejumlah pusat pelatihan berlatih bersama. (edhot)

Pembinaan olahraga berkuda di Kendal terus berkembang. Tiga stable kini membina atlet muda untuk berprestasi di tingkat nasional hingga internasional.

KENDAL, puskapik.com – Derap langkah kuda kini tak sekadar menjadi aktivitas olahraga di Kabupaten Kendal. Sejumlah stable mulai menjadi tempat lahirnya atlet-atlet muda yang diproyeksikan membawa nama Kendal ke level nasional hingga internasional.

Pembinaan olahraga berkuda di Kendal mulai bergerak lebih aktif sejak 2022. Saat ini, sedikitnya tiga pusat latihan menjadi tumpuan pembinaan, yakni Santosa Stable di Pasigitan, Boja, Cahaya Stable di Ngareanak, Singorojo, dan Fattah Al Mubarok di Tamanrejo, Limbangan.

Dari tempat-tempat latihan tersebut, atlet tidak hanya dibekali kemampuan menunggang kuda. Mereka juga dipersiapkan untuk mengikuti berbagai nomor pertandingan, mulai dari panahan berkuda, pacuan kuda, tungkai serasi hingga lompat rintangan.

Baca Juga: Atlet Slawi Bersinar di Walikota Cup IV Pekalongan Open, Dominico Roy Irawan Juara I

Hasil pembinaan mulai terlihat dari capaian atlet Kendal di ajang bergengsi. Pada PON XXI 2024 di Aceh, enam atlet Kendal yang memperkuat Jawa Tengah sukses menjadi juara umum ekshibisi horseback archery.

Prestasi tersebut ditorehkan melalui perolehan dua medali emas, dua perak dan dua perunggu.

Kini tantangan berikutnya berada di Porprov Jawa Tengah 2026. Sebanyak sembilan atlet Kendal disiapkan untuk tampil dalam ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.

Ketua Wahana Berkuda Fattah Al Mubarok Limbangan, Sutrisno, mengatakan pembinaan atlet perlu dilakukan secara konsisten agar regenerasi terus berjalan.

Baca Juga: Kompek 2026 Skala Jawa, OJK Targetkan Literasi Keuangan Pelajar

Menurutnya, keberadaan pusat latihan menjadi ruang penting bagi atlet untuk meningkatkan kemampuan sekaligus mengenal kompetisi sejak usia muda.

Regenerasi juga menjadi perhatian Cahaya Stable di Desa Ngareanak, Kecamatan Singorojo. Sebanyak 15 atlet berusia 10 hingga 23 tahun kini menjalani pembinaan secara rutin.

Pemilik Cahaya Stable, Nurdiansyah, menyebut atlet binaannya telah memiliki pengalaman bertanding hingga tingkat internasional. Salah satunya melalui kejuaraan di Thailand.

Kondisi tersebut menjadi modal bagi Kendal untuk memperluas prestasi olahraga berkuda. Dengan pembinaan yang semakin terstruktur dan bertambahnya atlet muda, target membawa nama Kendal ke panggung internasional mulai terbuka.

Tak hanya mengejar medali, pembinaan di stable-stable tersebut sekaligus menjadi investasi regenerasi agar olahraga berkuda di Kendal memiliki atlet berkelanjutan pada masa mendatang.

Artikel Terkait