Banjir Susulan Terjang Sudipayung Kendal, Warga Terima Bantuan Beras

Dyah Kartika Permanasari salurkan bantuan beras kepada 640 KK terdampak banjir luapan Sungai Blorong di Kabupaten Kendal.
KENDAL, puskapik.com – Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, menyalurkan bantuan beras kepada 640 kepala keluarga (KK) terdampak banjir susulan di Desa Sudipayung, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Senin (16/2/2026).
Bantuan tersebut diberikan untuk meringankan beban warga yang kembali terdampak genangan air akibat luapan Sungai Blorong.
Banjir Terjadi Dua Kali dalam Sepekan
Banjir susulan terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Kendal dan sekitarnya selama beberapa hari terakhir. Debit air Sungai Blorong meningkat dan meluap ke permukiman warga.
Baca Juga: Singgah ke Tegal, Wamen Isyana Pastikan Distribusi MBG Menjangkau Keluarga Berisiko Stunting
Sebelumnya, Desa Sudipayung juga sempat terendam banjir sepekan lalu dengan ketinggian air antara 10 hingga 120 sentimeter. Data sementara mencatat sebanyak 257 rumah terdampak akibat luapan sungai.
Selain merendam rumah warga, genangan air juga menghambat akses jalan desa sehingga aktivitas masyarakat terganggu.
Bupati Tinjau Lokasi
Dyah turun langsung meninjau lokasi banjir sekaligus menyerahkan bantuan secara simbolis kepada warga terdampak. Ia menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang kembali terjadi.
“Kami turut prihatin atas banjir susulan ini. Semoga bantuan beras ini bisa membantu memenuhi kebutuhan pangan warga terdampak,” ujar Dyah di sela peninjauan.
Pemerintah Kabupaten Kendal, lanjutnya, terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memantau kondisi debit air serta memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi.
Warga Bersyukur
Salah satu warga penerima bantuan, Tika, mengaku bersyukur atas perhatian pemerintah daerah. Menurutnya, bantuan beras tersebut cukup membantu di tengah kondisi banjir yang belum sepenuhnya surut.
“Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu kami. Aktivitas masih terganggu karena air belum benar-benar surut,” ungkapnya.
Warga berharap ada langkah penanganan jangka panjang, seperti normalisasi sungai dan perbaikan drainase, agar banjir yang kerap terjadi saat musim hujan tidak terus berulang. **
Artikel Terkait

FLS3N Pageruyung Kendal Jadi Ajang Pelestarian Budaya dan Pencarian Bibit Seniman Muda

Pemprov Jateng Beri Tali Asih untuk Penghafal Al-Qur’an, Capai 2.000 Santri per Tahun

10 Provinsi Perkuat Kolaborasi Energi Bersih, Sampah, dan Giant Sea Wall
