Bermain di Irigasi, Bocah 6 Tahun di Kendal Hanyut Terseret Arus Deras

Jumat, 27 Februari 2026 | 19.04
bocah tenggelam
Warga dna tim SAR melakukan pemantauan di aliran Sungai Blukar yang arusnya deras mencari korban tenggelam. (foto : edhot/puskapik.com)

Asyik bermain air di saluran irigasi desa Sumnyak Desa Sojomerto Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, tiga bocah terseret arus deras saluran

KENDAL, puskapik.com - Asyik bermain air di saluran irigasi desa Sumnyak Desa Sojomerto Kecamatan Gemuh, tiga bocah terseret arus deras saluran akibat curah hujan di wilayah atas yang tinggi, Jumat 27 Fabruari 2026.

Dua bocah berhasil menyelamatkan diri dengan berenang dan menepi, namun seorang bocah terseret dan hanyut.

Upaya pencarian dilakukan warga bersama tim SAR gabungan, namun kondisi debit air sungai Blukar yang deras, cuaca yang tidak menentu serta panjangnya aliran sungai menjadi kendala pencarian.

Baca Juga: Mahasiswa Tegal Gelar Aksi Damai di DPRD, Tuntut Realisasi Dana Pendidikan 20 Persen APBN

Hingga jumat 27 februari 2026 petang, korban bernama Arqam Bagus Dwiatmaja berusia 6 tahun belum ditemukan.

Petugas BPBD Kendal, Khaerul Huda mengatakan kejadian bocah terseret arus ini bermula saat sekitar pukul 12.30 WIB tiga anak bermain air di saluran irigasi Dusun Sumnyak Desa Sojomerto.

“Mereka yakni Arqam Bagus Dwiatmaja , bersama 2 temanya Adam Adiwara Atmaja dan Fero. Mereka terpeleset dan jatuh ke saluran irigasi yang saat bersamaan debit air sedang tinggi,” terangnya.

Adam dan Fero berhasil berenang dan menepi namun survivor terseret dan hanyut. Warga sekitar melapor kejadian ke perangkat desa kemudian diteruskan ke kantor BPBD Kabupaten Kendal.

BPBD Kabupaten Kendal menerima laporan kejadian laka orang hanyut pada pukul 13.45 WIB kemudian menugaskan tim untuk melaksanakan Assesment, koordinasi dan monitoring pencarian laka air tersebut.

Baca Juga: Jadwal Buka Puasa di Pemalang Hari Ini Jumat 27 Februari 2026

“Hingga pukul 16.30 WIB pencarian bersama Tim SAR Gabungan di saluran irigasi Dusun Sumnyak Desa Sojomerto dan pemantauan di sepanjang aliran sungai Blurar sementara masih nihil,” imbuhnya.

Rencananya operasi pencarian dilanjutkan Sabtu, 28 Februari 2026 dengan mendirikan Posko SAR Gabungan di Balai Desa Sojomerto.

Nantinya tim dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit dengan masing-masing tugas penyisiran dari titik informasi saksi melihat diduga survivor di Bendung Sojomerto serta pencarian menggunakan 2 perahu Polyethylene dan metode penyisiran manual. ***

Artikel Terkait