Buruh Tani Asal Batang Ditemukan Meninggal di Pinggir Jalan Sambongsari Weleri

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18.37 WIB
Polisi lakukan olah TKP di lokasi penemuan mayat di pinggir jalan.
Polisi lakukan olah TKP di lokasi penemuan mayat di pinggir jalan. (edhot)

Seorang buruh tani asal Batang ditemukan meninggal dunia di pinggir jalan Desa Sambongsari Weleri Kendal. Polisi pastikan tidak ada tanda kekerasan.

KENDAL, puskapik.com – Seorang buruh tani asal Kabupaten Batang, Kastari, ditemukan meninggal dunia di pinggir jalan Desa Sambongsari, tepatnya di Dukuh Bojengan, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal, Sabtu 24 oktober 2026 sekitar pukul 14.30 WIB. Korban diduga meninggal dunia akibat sakit.

Penemuan tersebut bermula ketika seorang warga yang melintas di jalan desa melihat Kastari dalam kondisi tidak sadarkan diri. Warga kemudian memeriksa kondisi korban dan mendapati masih terdapat detak jantung.

Warga selanjutnya menghubungi petugas medis untuk mendapatkan pertolongan. Namun, saat penanganan medis dilakukan, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

Kastari diketahui merupakan warga Desa Kebondalem, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang. Kabar penemuan tersebut kemudian ditindaklanjuti petugas Polsek Weleri bersama Pamapta Polres Kendal, tim Inafis Satreskrim Polres Kendal, serta petugas Puskesmas Gringsing 1.

Baca Juga: Lansia Ditemukan Tewas Mengapung di Sungai Buntu Kendal

Petugas melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian untuk mengetahui kondisi korban dan mengumpulkan keterangan terkait peristiwa tersebut.

Petugas medis Puskesmas Gringsing 1, Siti Masrokah, yang memeriksa tubuh korban menyatakan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan. Berdasarkan pemeriksaan awal tersebut, korban diduga meninggal dunia karena sakit.

Kanit Reskrim Polsek Weleri, Ipda Apriyanto, menyampaikan bahwa penanganan dilakukan bersama sejumlah unsur terkait untuk memastikan kondisi korban dan melakukan pemeriksaan di tempat kejadian perkara.

“Pihak keluarga yang telah mengetahui kejadian tersebut menyatakan menerima dan mengikhlaskan kepergian korban. Keluarga juga menolak dilakukan autopsi dan membuat surat pernyataan terkait keputusan tersebut,” ungkapnya.

Setelah proses penanganan di lokasi selesai, peristiwa tersebut ditangani sesuai prosedur dengan mempertimbangkan hasil pemeriksaan awal dan keputusan keluarga.

Dugaan penyebab kematian korban mengacu pada pemeriksaan medis awal. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban saat pemeriksaan dilakukan.***

Artikel Terkait