Cegah Penyakit Pasca-banjir, PMI Kendal Bersihkan dan Semprot Disinfektan Sejumlah Wilayah

PMI Kabupaten Kendal membersihkan dan menyemprot disinfektan sejumlah fasilitas umum yang terdampak banjir limpas di beberapa wilayah.
KENDAL, puskapik.com – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kendal membersihkan dan menyemprot disinfektan sejumlah fasilitas umum yang terdampak banjir limpas di beberapa wilayah.
Langkah ini dilakukan untuk menekan risiko munculnya penyakit akibat lingkungan yang tercemar lumpur dan sisa genangan air.
Ketua PMI Kabupaten Kendal, Budi Mulyono, mengatakan tingginya curah hujan yang terjadi pekan lalu menyebabkan limpas aliran sungai di berbagai wilayah Kabupaten Kendal.
Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berpotensi memicu penyebaran penyakit.
“Lingkungan pascabanjir sangat rentan menimbulkan penyakit. Karena itu PMI berkoordinasi dengan pihak terkait melakukan pembersihan dan penyemprotan disinfektan agar risiko penyakit bisa ditekan,” ujar Budi Mulyono, Kamis (29/1/2026).
Ia menyebutkan, limpas aliran Sungai Penut berdampak ke Desa Karangmulyo, Banyuurip, Ngampel Kulon, dan Ngampel Wetan.
Sementara limpas Sungai Kendal menggenangi wilayah Desa Trompo, Sijeruk, Langenharjo, Ngilir, Karangsari, Pekauman, Pegulon, Kobondalem, dan Patukangan.
Sedangkan limpas Sungai Waridin berdampak ke Desa Karangtengah, Kumpulrejo, Wonorejo, Krajan Kulon di Kecamatan Kaliwungu, serta Desa Kebonadem dan Brangsong.
Baca Juga: PCX dan Bentor Laka Lantas di Pantura Brebes, Pengendara Motor Luka
Di wilayah-wilayah tersebut, lumpur dan sampah sisa banjir masuk hingga ke dalam bangunan fasilitas umum.
“Banjir limpas menyebabkan tercemarnya lingkungan dan mengganggu layanan pendidikan, kesehatan, peribadatan, serta pelayanan administrasi. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa memicu wabah penyakit,” imbuhnya.
Pembersihan fasilitas umum dilakukan selama tiga hari, mulai 27 hingga 29 Januari 2026. Petugas membersihkan endapan lumpur menggunakan mesin semprot, sekaligus melakukan penyemprotan cairan disinfektan pada area rawan penyebaran kuman dan bakteri.
Fasilitas pendidikan menjadi prioritas pembersihan, di antaranya KB, TK, dan SMP IT Robbani, SMP Negeri 1 Kendal, MIN 1 dan MIN 2 Kendal, serta SD Negeri 1 dan 3 Karangsari.
Selain itu, pembersihan juga dilakukan di SD Negeri 1 dan 2 Pegulon, SMA NU 01 Al Hidayah, SMK Perwari Kendal, SD Negeri 1 Banyuurip Ngampel, dan SD Negeri 2 Kebonadem Brangsong.
Artikel Terkait

FLS3N Pageruyung Kendal Jadi Ajang Pelestarian Budaya dan Pencarian Bibit Seniman Muda

Pemprov Jateng Beri Tali Asih untuk Penghafal Al-Qur’an, Capai 2.000 Santri per Tahun

10 Provinsi Perkuat Kolaborasi Energi Bersih, Sampah, dan Giant Sea Wall
