Dari Kendal ke Pasar Global, Godrej Siapkan Ekspansi Produksi Hampir Rp500 Miliar

PT Godrej Consumer Products Indonesia memperluas fasilitas manufaktur di KEK Kendal dengan investasi hampir Rp500 miliar untuk meningkatkan produksi dan peluang ekspor.
KENDAL,puskapik.com – Kawasan industri di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, tak lagi hanya menjadi tempat produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri. PT Godrej Consumer Products Indonesia (GCPI) mulai menempatkan Kendal sebagai salah satu pijakan untuk memperluas pasar hingga mancanegara.
Hal itu ditandai dengan ekspansi fasilitas manufaktur GCPI di Kawasan Industri Kendal (KIK), dengan nilai investasi hampir Rp500 miliar. Fasilitas tersebut diproyeksikan menopang peningkatan kapasitas produksi sekaligus membuka peluang ekspor.
Ekspansi fasilitas manufaktur itu diresmikan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, Selasa 6 oktober 2026.
CEO Godrej Consumer Products Indonesia Rajesh Sethuraman mengatakan, keputusan memperkuat fasilitas produksi di Kendal tidak terlepas dari perkembangan bisnis perusahaan di Indonesia.
Godrej sendiri telah beroperasi di Indonesia sejak 2010. Dalam kurun waktu tersebut, bisnis perusahaan mengalami pertumbuhan berkali-kali lipat sehingga membutuhkan kapasitas manufaktur yang lebih kuat.
Baca Juga: Senopati Club Academy Juara Umum Turnamen Pencak Silat Piala Rektor UPS Tegal
“Indonesia sangat penting bagi kami. Fokus kami jelas, yakni melayani konsumen Indonesia dan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan,” ujar Rajesh.
Menurut Rajesh, Kendal memiliki posisi strategis untuk mendukung ekspansi bisnis Godrej. Infrastruktur kawasan dan skala fasilitas produksi dinilai memberikan ruang bagi perusahaan untuk merespons perubahan permintaan secara lebih cepat.
“Kendal memberikan kami skala untuk tumbuh, kecepatan untuk merespons, dan kelincahan untuk tetap berada di depan,” katanya.
Namun, ekspansi tersebut tidak hanya ditujukan untuk pasar Indonesia. Godrej juga mulai melihat Kendal sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk menjangkau konsumen di negara lain.
“Kami ingin terus melayani konsumen di Indonesia, tetapi juga menggunakan ini sebagai peluang untuk mengekspor ke pasar lainnya,” jelasnya.
Dengan demikian, fasilitas manufaktur di Kendal diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan produksi, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam jaringan produksi Godrej.
Rajesh menambahkan, pertumbuhan perusahaan di Kendal juga diharapkan memberikan dampak kepada masyarakat sekitar. Menurutnya, ekspansi bisnis harus berjalan secara inklusif dengan membuka lebih banyak peluang bagi komunitas lokal.
Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengatakan masuknya investasi dan ekspansi perusahaan di KIK menunjukkan semakin kuatnya peran kawasan industri tersebut dalam mendorong perekonomian daerah.
“Ekspansi ini semoga semakin menguatkan posisi PT GCPI sebagai salah satu perusahaan manufaktur besar di Indonesia. Juga dapat menciptakan lapangan kerja dengan standar produksi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan,” katanya.
Ia menyebut pembangunan fasilitas baru GCPI telah dimulai sejak Agustus 2025. Pemkab Kendal memastikan dukungan terhadap investasi tersebut terus diberikan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
Baca Juga: Bupati Kendal Tantang Pemuda Patebon Tak Sekadar Jadi Penonton
Bupati mengatakan, sejak diresmikan pada November 2016 hingga September 2026, KIK telah menarik 143 investor atau tenant. Total nilai investasi yang masuk mencapai Rp197 triliun dengan proyeksi penyerapan tenaga kerja sekitar 79.000 orang.
Pertumbuhan aktivitas industri tersebut turut berkontribusi terhadap perekonomian daerah.
“Hal tersebut berdampak pada capaian pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kendal pada Triwulan III 2026 secara year-on-year mencapai 8,57 persen, tertinggi di Provinsi Jawa Tengah,” ujarnya.
Pemkab Kendal akan terus menjaga iklim investasi agar tetap kondusif. Pelayanan birokrasi yang cepat, transparan, serta kemudahan berusaha menjadi bagian dari upaya menarik dan mempertahankan investasi.
Sementara itu, Executive Director PT Kawasan Industri Kendal Juliani Kusumaningrum mengatakan ekspansi GCPI menjadi bagian dari perkembangan kawasan industri, tidak hanya dari sisi ekonomi tetapi juga penerapan industri berkelanjutan.
Menurutnya, Godrej turut menunjukkan perhatian terhadap konsep green manufacturing melalui pengelolaan limbah yang terstruktur serta pemulihan sumber daya secara berkelanjutan.
“Komitmen terhadap green manufacturing, pengelolaan limbah yang terstruktur, dan pemulihan sumber daya berkelanjutan telah menetapkan standar tinggi di kawasan industri kami,” ujarnya.
Juliani menegaskan KIK akan terus mendukung pengembangan investasi GCPI setelah ekspansi fasilitas tersebut diresmikan.
Dengan tambahan fasilitas manufaktur tersebut, Kendal kini tidak hanya menjadi lokasi produksi, tetapi juga berpeluang menjadi salah satu pintu bagi produk manufaktur Indonesia menuju pasar internasional. ***



