Debu dan Kebisingan Pabrik Dikeluhkan Warga Mororejo Kendal, DLH Kendal Turun Tangan

Selasa, 21 April 2026 | 13.35
Sidak DLH Kendal ke lokasi pabrik pengolahan kaca di Mororejo. dokumen
Sidak DLH Kendal ke lokasi pabrik pengolahan kaca di Mororejo. dokumen

Warga Mororejo Kendal keluhkan debu dan kebisingan pabrik kaca. DLH turun tangan lakukan evaluasi dan minta perusahaan perbaiki pengelolaan lingkungan.

KENDAL, puskapik.com — Keluhan terhadap aktivitas industri kembali mencuat di Kabupaten Kendal. Warga Desa Mororejo, Kecamatan Kaliwungu, mengadukan dampak operasional sebuah pabrik pengolahan kaca yang dinilai mengganggu kenyamanan dan kesehatan lingkungan.

Gangguan tersebut dirasakan dalam berbagai bentuk, mulai dari kebisingan mesin produksi, lalu-lalang kendaraan di area parkir pabrik, hingga debu hasil pengolahan kaca yang kerap beterbangan dan masuk ke permukiman warga.

Salah satu warga, Sumanah, menuturkan bahwa kondisi ini sudah berlangsung cukup lama dan semakin terasa mengganggu dalam aktivitas sehari-hari.

Baca Juga: Keracunan MBG di Demak, Wagub Jateng Minta Jadwal Distribusi dan Waktu Konsumsi yang Tepat

“Kalau siang sampai malam itu bising, belum lagi debunya. Kadang masuk rumah, nempel di perabotan,” keluhnya.

Selain itu, warga juga menyoroti dugaan belum optimalnya sistem pengelolaan limbah yang dilakukan pihak pabrik. Mereka berharap ada perhatian serius dari pemerintah agar dampak yang ditimbulkan tidak semakin meluas.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kendal langsung melakukan pengecekan ke lokasi. Kepala DLH Kendal, Aris Irwanto, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan verifikasi awal terhadap kondisi di lapangan.

Baca Juga: Gudang Penyetiman Jamur di Sukorejo Kendal Terbakar, Kerugian Capai Rp30 Juta

Menurutnya, langkah pertama yang dilakukan adalah mencocokkan dokumen lingkungan yang dimiliki perusahaan dengan kondisi aktual operasional di lapangan. Jika ditemukan ketidaksesuaian, maka perusahaan wajib melakukan pembaruan dokumen.

“Dokumen lingkungan harus sesuai dengan kondisi di lapangan. Kalau tidak, harus segera disesuaikan,” tegasnya.

Lebih lanjut, DLH juga mendorong perusahaan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan, baik dari sisi teknis seperti pengendalian debu dan limbah, maupun aspek sosial yang menyangkut kenyamanan warga sekitar.

Sebagai bentuk pengawasan lanjutan, DLH Kendal akan kembali mendatangi lokasi dalam waktu tujuh hari ke depan untuk memastikan adanya perbaikan yang dilakukan pihak perusahaan.

Di sisi lain, pemerintah juga mempertimbangkan aspek ekonomi yang dihadirkan oleh keberadaan pabrik tersebut. Pasalnya, sebagian besar tenaga kerja yang terserap berasal dari warga setempat.

“Kami ingin ada keseimbangan. Industri tetap berjalan, tapi lingkungan dan masyarakat juga terlindungi,” tambah Aris.

Warga berharap, hasil evaluasi dari pemerintah tidak berhenti pada sebatas imbauan, melainkan diikuti langkah konkret agar aktivitas industri dapat berjalan lebih ramah lingkungan dan tidak lagi menimbulkan gangguan bagi masyarakat sekitar.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait