Di Festival Tunas Bahasa Ibu, Taj Yasin Kasih Hadiah Siswa yang Bisa Berbahasa Jawa

Jumat, 9 Oktober 2026 | 19.52 WIB
puskapik

Wagub Jateng Taj Yasin memberikan hadiah sepeda dan uang Rp2 juta kepada dua siswa SD yang belajar berhitung menggunakan bahasa Jawa dalam pembukaan FTBI 2026.

SEMARANG, puskapik.com – Pembukaan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2026 diselenggarakan di Balai Bahasa Jawa Tengah, Kabupaten Semarang pada Jumat, 9 Oktober 2026.

Acara yang dihadiri oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, dan ratusan siswa serta guru dari kabupaten/kota ini berlangsung meriah.

Baca Juga: Tanam Pohon di Baitul Jannah Brebes, Danramil Tonjong Ajak Warga Jaga Kelestarian Lingkungan

Dalam kesempatan itu, Taj Yasin memberikan hadiah kepada dua siswa sekolah dasar (SD) yang mampu menghitung dengan berbahasa Jawa dengan benar.

Momen itu bermula ketika Taj Yasin menyampaikan bahwa Pemprov Jateng masih menerapkan kebijakan penggunaan bahasa Jawa setiap Kamis.

Ia kemudian mengundang dua siswa ke atas panggung untuk menunjukkan kemampuan mereka berbahasa Jawa.

Kedua siswa tersebut adalah Lintang dari SD Negeri Grogolsari, Kabupaten Pati, dan Mayo dari SD Hj. Isriati, Kota Semarang.

Baca Juga: Kapolres Tegal Kota Garcep, Petakan Kerawanan Kamtibmas

“Coba menghitung 1 sampai 25, pakai bahasa Jawa,” kata Taj Yasin yang hadir mewakili Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi.

Lintang dan Mayo mengawali hitungan dengan lancar. Namun, ketika melewati angka 20, keduanya keliru menyebut urutan bilangan dengan mengatakan “loro siji”. Kesalahan tersebut sontak mengundang gelak tawa para tamu undangan, termasuk Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti.

Taj Yasin kemudian membetulkan hitungan mereka sekaligus mengajari keduanya. Setelah itu, ia menawarkan hadiah kepada kedua siswa tersebut.

“Mau minta apa?” tanyanya.

Lintang meminta sepeda, sedangkan Mayo memilih uang Rp2 juta. Taj Yasin pun meminta ajudannya menindaklanjuti permintaan tersebut.

“Mas, nanti dikasih ya, Mas,” ujar Taj Yasin kepada ajudannya.

Kedua siswa itu menyambut gembira hadiah yang dijanjikan. Lintang mengaku senang karena bisa mendapatkan sepeda baru untuk jalan-jalan.

“Senang (dapat sepeda), buat jalan-jalan. Makasih karena sudah dikasih sepeda baru,” kata Lintang.

Sementara itu, Mayo mengatakan uang yang dimintanya akan diberikan kepada orang tuanya.

“Uangnya mau buat orang tua, terima kasih sekali,” ujar Mayo.

Momen tersebut menjadi salah satu kejadian yang mencuri perhatian dalam pembukaan FTBI Jawa Tengah 2026. Festival itu merupakan bagian dari upaya pelestarian bahasa daerah sekaligus menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap bahasa ibu.

FTBI Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2026 diikuti 490 siswa SD dan SMP, yang merupakan juara pertama dari tingkat kabupaten/kota. Mereka didampingi 70 guru dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Festival berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah dan kampus Universitas Ngudi Waluyo.

Sejumlah cabang yang dilombakan meliputi menulis dan membaca aksara Jawa, membaca geguritan, menulis cerkak, mendongeng, berpidato, nembang macapat, serta komedi tunggal. **

Artikel Terkait