Diduga Akibat Korsleting Listrik, Empat Rumah di Weleri Kendal Terbakar, Kerugian Capai Rp300 Juta

Senin, 20 Juli 2026 | 13.14
Kebakaran di Desaa Sumberagung Weleri mengakibatkan 4 rumah terbakar. (edhot)
Kebakaran di Desaa Sumberagung Weleri mengakibatkan 4 rumah terbakar. (edhot)

Diduga akibat korsleting listrik, kebakaran melanda empat rumah di Desa Sumberagung, Weleri, Kendal. Tidak ada korban jiwa, kerugian ditaksir mencapai Rp300 juta.

KENDAL, puskapik.com – Kebakaran hebat melanda permukiman warga di Dukuh Carangsari, Desa Sumberagung, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal, Minggu (19/7/2026) malam.

Sedikitnya empat rumah terdampak dalam peristiwa tersebut. Dua rumah mengalami kerusakan berat hingga nyaris habis terbakar, sementara dua rumah lainnya mengalami kerusakan ringan akibat jilatan api.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Namun, kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp300 juta.

Baca Juga: Nobar Final Piala Dunia di Kaliwungu, Pemkab Kendal Dorong Sportivitas dan Gerakkan UMKM

Kapolsek Weleri AKP Yulianto menjelaskan, kebakaran terjadi sekitar pukul 18.00 WIB saat sebagian warga tengah beraktivitas dan berkumpul di lingkungan sekitar.

Peristiwa bermula ketika sejumlah warga yang sedang mengobrol melihat kepulan asap hitam tebal keluar dari bagian atas rumah milik Sarpan. Saat kejadian, pemilik rumah diketahui sedang berada di mushola sehingga rumah dalam keadaan kosong.

Baca Juga: Cium Celah Korupsi di Lelang Proyek RS Randudongkal Pemalang, GRIB Jaya Ancam Demo

"Warga yang melihat asap langsung mendatangi lokasi dan berusaha mengecek sumbernya. Setelah pintu rumah dibuka, diketahui api sudah membakar bagian atap rumah, tepatnya pada kayu blandar," ujar AKP Yulianto.

Api yang terus membesar dengan cepat menghanguskan bagian atas bangunan. Kondisi rumah yang sebagian besar berbahan mudah terbakar membuat kobaran api sulit dikendalikan oleh warga.

Tak lama kemudian, api merambat ke rumah yang berada di sebelahnya, yakni milik Sri Ningsih.

Bangunan rumah yang didominasi material kayu membuat kobaran api semakin cepat menyebar.

Warga yang panik berupaya melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya sembari meminta bantuan kepada pemerintah desa dan petugas pemadam kebakaran.

"Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada Kepala Desa Sumberagung yang selanjutnya diteruskan ke Polsek Weleri dan petugas pemadam kebakaran," jelasnya.

Mendapat laporan adanya kebakaran, petugas Damkar Weleri segera menuju lokasi. Untuk mempercepat proses pemadaman, armada pemadam dari Kecamatan Ringinarum juga diterjunkan membantu penanganan.

Petugas bersama warga berjibaku memadamkan api agar tidak merembet ke rumah-rumah lain yang berada di sekitar lokasi kejadian. Setelah beberapa waktu, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan.

Akibat kejadian tersebut, rumah milik Sarpan dan Sri Ningsih mengalami kerusakan berat hingga sebagian besar bangunan hangus terbakar.

Sementara itu, dua rumah lainnya milik Rusman dan Misbachul Munir mengalami kerusakan ringan akibat terkena panas dan percikan api.

Petugas kepolisian yang melakukan olah tempat kejadian perkara menduga kebakaran dipicu oleh korsleting atau hubungan arus pendek listrik yang berasal dari rumah milik Sarpan.

"Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik. Namun demikian, petugas masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut," kata AKP Yulianto.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian warga setempat karena terjadi menjelang waktu salat Magrib ketika sebagian besar penghuni rumah sedang beraktivitas di luar rumah.

Beruntung, cepatnya laporan warga dan respons petugas pemadam kebakaran berhasil mencegah kebakaran meluas ke lebih banyak bangunan.

Kapolsek Weleri juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama yang disebabkan oleh instalasi listrik yang sudah tua atau tidak memenuhi standar keamanan.

"Kami mengimbau warga agar rutin memeriksa instalasi listrik di rumah masing-masing. Jika ada kabel yang rusak atau sambungan yang tidak layak, segera diperbaiki untuk menghindari kejadian serupa," tandasnya.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran yang menghanguskan empat rumah tersebut meninggalkan duka bagi para pemilik rumah yang harus menanggung kerugian ratusan juta rupiah dan kehilangan sebagian besar harta bendanya.

Pemerintah desa bersama warga setempat kini bergotong royong membantu para korban untuk memenuhi kebutuhan mendesak pasca kebakaran. **