Ditemukan di Muara Kali Bodri Kendal, Jenasah Diikat Agar Tidak Hanyut

Senin, 9 Februari 2026 | 13.01
Tim SAR mengevakuasi jenasah korban hanyut yang ditemukan di Muara kali bodri. edhot
Tim SAR mengevakuasi jenasah korban hanyut yang ditemukan di Muara kali bodri. edhot

Jenazah Muhamad Effendi, korban tenggelam di Sungai Bodri, ditemukan nelayan di muara sungai Desa Pidodo Kulon, Patebon, Senin 9 Februari 2026 pagi.

KENDAL ,puskapik.com - Jenasah korban tenggelam Muhamad Effendi warga Desa Cepiring Kabupaten Kendal ditemukan nelayan yang hendak melaut.

Korban ditemukan di Muara Sungai Bodri dengan kondisi telungkup dan masih mengenakan baju dan celana.

Agar tidak hanyut terseret derasnya aliran sungai Bodri, jenasah diikat nelayan yang menemukan.

Jenasah korban ditemukan Senin 9 Februari 2026 oleh nelayan di Desa Pidodo Kulon Kecamatan Patebon yang hendak berangkat melaut sekitar pukul 04:00 WIB.

Jarak ditemukan dari lokasi korban tenggelam sekitar 10 kilometer .

Baca Juga: Sehari Pencarian, Korban Tenggelam di Sungai Maiyah Pejagan Brebes Ditemukan Tewas

"Iya tadi pagi sudah ditemukan oleh nelayan," kata Kepala Desa Cepiring, Ahmad Ayek.

Sekretaris BPBD Kendal, Ahmad Huda Kurniawansah mengonfirmasi penemuan jenazah ini. Dia mengatakan penemuan ini sekaligus mengakhiri proses pencarian selama 2 hari sejak korban hanyut pada Sabtu (7/2/2026).

"Tadi tim kami sudah bersiap-siap, tapi alhamdulillah sudah ditemukan. Dengan ditemukannya korban, maka pencarian resmi kami hentikan," tandasnya.

Sementara Ketua LPBI PCNU Kendal, Adib Maulana mengatakan untuk mengevakuasi jenasah korban, tim SAR gabungan menggunakan perahu.

"Tim SAR menggunakan perahu nelayan ke muara dititik penemuan, dan jenasah diangkat untuk dibawa ke RSUD Soewondo," katanya.

Saat ini jenazah telah dibawa ke RSUD Soewondo Kendal untuk disucikan. Setelah itu, jenazah akan dibawa ke rumah duka untuk langsung dikebumikan.

Sebelumnya tiga warga Cepiring bermain air di Kali Bodri berbekal ban dalam yang digunakan sebagai pelampung.

Mereka adalah Fitriyanto Bayu Irawan (29) Arif Kurniawan (49), dan Muhammad Effendi (35) yang nekat bermain air berbekal pelampung ban dalam mobil.

Ketiganya hanyut setelah ban yang ditumpangi terbalik di aliran Kali Bodri sekitar bawah jembatan rel kereta api di Dukuh Kersan, Desa Tegorejo, Kecamatan Pegandon.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait