Dua Kelompok Pemuda Tawuran di Kendal, Dua Korban Luka-luka

Senin, 20 April 2026 | 19.52
Kapolres Kendal
AKBP Hendry Susanto Sianipar.

Aksi tawuran antar kelompok pemuda kembali terjadi di Kabupaten Kendal dan menimbulkan korban dari kalangan warga, sejumlah fasilitas umum rusak.

KENDAL, puskapik.com — Aksi tawuran antar kelompok pemuda kembali terjadi di Kabupaten Kendal dan menimbulkan korban dari kalangan warga.

Peristiwa tersebut berlangsung di Kelurahan Ngilir, Kecamatan Kendal, pada Minggu (19/4/2026) dini hari.

Kapolres Kendal, Hendry Susanto Sianipar, membenarkan adanya dua warga yang mengalami luka akibat insiden tersebut.

Baca Juga: Cara BNNK Kendal Edukasi Bahaya Narkoba pada Anak SD, Gelar Panggung Seni Teater Kresnayana

“Benar, ada dua warga terluka karena tawuran antar kelompok itu,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (20/4/2026).

Menurut Kapolres, kedua warga mengalami luka akibat lemparan batu serta sabetan benda tajam dari kelompok yang terlibat bentrokan.

Selain menimbulkan korban, tawuran juga mengakibatkan kerusakan sejumlah fasilitas, seperti kaca rumah warga yang pecah serta lampu penerangan umum yang dirusak.

Kedua korban sempat menjalani perawatan di RSUD Soewondo Kendal sebelum akhirnya diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing.

“Anggota kami saat ini masih melakukan pendalaman, termasuk mendatangi korban untuk menggali keterangan lebih lanjut,” jelasnya.

Kapolres mengungkapkan, tawuran melibatkan dua kelompok pemuda yang dikenal dengan sebutan gangster dan all star.

Bentrokan diduga bermula di jalan raya sebelum merembet hingga masuk ke gang-gang permukiman warga.

“Informasinya berawal di jalan, kemudian merembet ke lingkungan perumahan,” imbuhnya.

Hingga kini, pihak kepolisian masih menyelidiki motif di balik tawuran tersebut. Satu orang telah diamankan, namun yang bersangkutan disebut tidak terlibat dalam aksi perusakan.

“Masih dalam proses penyelidikan. Untuk satu orang yang diamankan, tidak terlibat dalam pengrusakan,” kata Kapolres.

Ia menambahkan, berdasarkan kejadian sebelumnya, tawuran antar kelompok pemuda kerap dipicu oleh pertemuan antar kelompok dalam kondisi terpengaruh minuman keras. Meski demikian, untuk kasus di Ngilir ini, motifnya masih dalam pendalaman.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait