Enam UIN Kolaborasi dengan Pemprov Jateng, Garap Penanganan Kemiskinan hingga Sertifikasi Halal

Jumat, 4 September 2026 | 11.55
puskapik

Enam UIN di Jateng didorong turun langsung membantu persoalan masyarakat, dari kemiskinan ekstrem, UMKM, sertifikasi halal, vokasi hingga pengolahan sampah.

SEMARANG, puskapik.com - Enam Universitas Islam Negeri (UIN) di Jawa Tengah diminta turun langsung menjadi bagian dari solusi atas persoalan masyarakat, mulai dari kemiskinan ekstrem, penguatan UMKM, sertifikasi halal, pendidikan vokasi, hingga pengolahan sampah.

Kolaborasi tersebut menjadi fokus pembahasan saat Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menerima Forum Rektor UIN se-Jawa Tengah di kantornya, Rabu (2/9/2026).

Pertemuan itu menjadi momentum untuk memperkuat dan menindaklanjuti kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan enam UIN di wilayah tersebut.

Baca Juga: Bangkitkan Dayung Jateng, Pemprov Gandeng PODSI: Rawa Pening Jadi Panggung Kebangkitan

Ketua Forum Rektor UIN se-Jawa Tengah, Zaenal Mustakim, mengatakan, perguruan tinggi Islam siap mendukung berbagai program pembangunan yang dijalankan Pemprov Jateng. Ia berharap keterlibatan UIN tidak berhenti pada kerja sama administratif, tetapi diwujudkan dalam program nyata yang berdampak langsung kepada masyarakat.

“Kami siap support (dukung) program Gubernur dan kami ingin program apa pun di Pemprov juga melibatkan Universitas Islam Negeri di Jateng,” kata Zaenal seusai pertemuan.

Rektor UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan itu mengatakan, kerja sama melalui memorandum of understanding (MoU) antara Pemprov Jateng dan enam UIN sebenarnya telah dilakukan sejak lama.

Baca Juga: Koperasi Buruh, Jurus Ahmad Luthfi Mengerek Kesejahteraan Pekerja Jateng

Pertemuan dengan Gubernur Ahmad Luthfi menjadi langkah untuk memperjelas bentuk kolaborasi hingga tingkat teknis bersama organisasi perangkat daerah (OPD).

Menurut dia, sejumlah bidang memiliki potensi besar untuk dikolaborasikan, terutama pengabdian kepada masyarakat, literasi keagamaan, pemberdayaan ekonomi dan UMKM, serta sertifikasi halal.

“Bidang kajian kami kan keislaman, jadi literasi keagamaan menjadi salah satu fokus utama. Kita juga punya program pemberdayaan masyarakat untuk ekonomi dan UMKM, juga soal sertifikasi halal,” ujarnya.

Sertifikasi halal menjadi salah satu agenda yang dinilai strategis karena berkaitan langsung dengan penguatan ekonomi masyarakat. Zaenal mengatakan, program tersebut nantinya akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan dinas terkait di Pemprov Jateng.

Terlebih, pengembangan pariwisata dan ekonomi Jawa Tengah ke depan juga membuka peluang bagi penguatan ekosistem wisata ramah muslim. Sertifikasi halal dinilai dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat daya saing pelaku usaha sekaligus mendukung pengembangan sektor pariwisata.

Selain itu, kampus juga siap memperluas program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik, khususnya dengan menyasar wilayah yang masih menghadapi persoalan kemiskinan ekstrem. KKN tidak hanya diarahkan sebagai kegiatan akademik, tetapi diharapkan menghasilkan program pemberdayaan yang berkelanjutan.

Sejumlah UIN bahkan telah membawa program unggulan masing-masing untuk ditawarkan dalam kolaborasi dengan Pemprov Jateng maupun pemerintah kabupaten/kota.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait