Hardiknas 2026 di Banyumas: Bupati Sadewo Tegaskan Pendidikan Harus Merata, Ini Langkah Nyatanya

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono memimpin upacara Hardiknas 2026 di Pendopo Si Panji Purwokerto, menegaskan komitmen pemerataan pendidikan.
BANYUMAS, puskapik.com – Pemkab Banyumas menegaskan komitmen pemerataan pendidikan pada momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dengan sejumlah langkah konkret yang langsung menyentuh akses masyarakat.
Program yang digulirkan meliputi penyediaan bus sekolah gratis, pembangunan sekolah baru di wilayah pinggiran, hingga penguatan pendidikan nonformal melalui 21 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, mengatakan, pemerataan pendidikan menjadi fokus utama agar seluruh warga memiliki kesempatan yang sama dalam mengakses layanan pendidikan.
Baca Juga: Jaga Kesehatan Warga Huntara Tegal, RSUD Suradadi Bantu Sayur dan Buah
“Momentum Hardiknas ini bukan hanya refleksi, tapi juga penguatan komitmen agar pendidikan benar-benar merata,” ujar Sadewo.
Salah satu program yang sudah berjalan adalah layanan bus sekolah gratis bagi siswa dan guru. Program ini ditujukan untuk mempermudah akses, khususnya bagi pelajar yang tinggal jauh dari sekolah.
Di sektor pendidikan formal, Pemkab Banyumas juga terus mendorong pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) di wilayah pinggiran, di antaranya SMP Negeri 10 Purwokerto dan SMP Negeri 3 Cilongok.
Baca Juga: Dedy Yon Tekankan Spirit Pendidikan Nasional di Hardiknas 2026
Sementara di pendidikan nonformal, Pemkab Banyumas menggandeng Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyumas untuk mendirikan 21 PKBM sebagai solusi bagi masyarakat yang tidak mengakses pendidikan formal.
“Kerja sama ini untuk memperluas layanan pendidikan kesetaraan bagi masyarakat,” kata Sadewo.
Selain akses, perhatian terhadap kelompok rentan juga diperkuat melalui program beasiswa bagi 1.250 siswa SMP dan 1.000 siswa SD.
Program pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus juga terus diperluas, seiring upaya penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) dan Anak Risiko Putus Sekolah (ARPS).
“Saat ini monitoring ATS sudah dilakukan di 10 kecamatan dan ditargetkan selesai Mei 2026,” jelasnya.
Pemkab Banyumas juga terus mempercepat peningkatan kualitas pendidikan melalui revitalisasi satuan pendidikan. Ratusan sekolah telah diperbaiki, termasuk 30 sekolah melalui program APBN.
Fasilitas pembelajaran turut diperkuat, mulai dari laboratorium, perpustakaan, hingga bahan ajar yang lebih memadai.
Transformasi digital juga terus didorong dengan penyediaan akses internet di sekolah serta pemanfaatan papan interaktif digital dalam pembelajaran.
Upacara Hardiknas sendiri digelar di Halaman Pendopo Si Panji Purwokerto, Sabtu, 2 Mei 2026, dipimpin Bupati Sadewo dan dihadiri Wakil Bupati Dwi Asih Lintarti, Forkompimda, pelajar, serta tenaga kependidikan.
Dalam kesempatan itu, Sadewo juga membacakan pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) yang menekankan pentingnya kolaborasi dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua.
“Pendidikan bermutu untuk semua harus terus kita wujudkan bersama, menuju Indonesia yang cerdas dan bermartabat,” ujarnya.
Pemerintah pusat juga mendorong sejumlah kebijakan strategis, mulai dari revitalisasi sekolah, digitalisasi pembelajaran, peningkatan kompetensi guru, penguatan karakter siswa, hingga penguatan literasi dan numerasi.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pemkab Banyumas berharap pemerataan akses dan peningkatan kualitas pendidikan dapat berjalan seiring, sehingga tidak ada lagi anak yang tertinggal dari layanan pendidikan. **