Hindari Jalan Bergelombang di Lingkar Kaliwungu Kendal, Bocah 7 Tahun Tewas Terlindas Truk

Senin, 21 September 2026 | 15.28 WIB
Polisi memeriksa bekas kecelakaan. dokumen
Polisi memeriksa bekas kecelakaan. dokumen

Motor ayah dan anak tertabrak truk tronton di Pantura Lingkar Kaliwungu, Kendal. Sang anak berusia 7 tahun meninggal dunia setelah mengalami luka berat akibat kecelakaan.

KENDAL, puskapik.com – Niat menghindari jalan bergelombang justru berujung petaka bagi Ahmad Supriyadi dan anaknya. Motor yang mereka kendarai di jalur Pantura Lingkar Kaliwungu, Kabupaten Kendal, tertabrak truk tronton dari belakang, Minggu 20 september 2026 malam.

Akibat kecelakaan tersebut, anak Supriyadi, JMK, 7, meninggal dunia setelah mengalami luka berat. Bocah asal Desa Kebonharjo, Kecamatan Patebon, itu sempat mendapat perawatan medis sebelum akhirnya nyawanya tak tertolong.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Kendal Ipda M Heru Ardiantoro mengatakan, kecelakaan terjadi saat motor Honda Supra bernomor polisi H-3861-BAD yang dikendarai Supriyadi melaju dari arah Semarang menuju Kendal.

Baca Juga: Jepang Cari Pengemudi, Jateng Siapkan Tenaga Teruji

Saat itu, Supriyadi membonceng JMK. Ia memilih melintas di jalur Pantura Lingkar Kaliwungu. Semula motor berada di lajur kiri dengan kecepatan sedang.

Namun, ketika melihat jalan bergelombang di depannya, Supriyadi berusaha berpindah ke lajur kanan untuk menghindari kerusakan jalan tersebut.

Di saat bersamaan, sebuah truk tronton bernomor polisi BA-9820-JU melaju dari arah yang sama. Truk yang dikemudikan Yulianto, warga Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, itu berada di lajur kanan.

Baca Juga: 407 Ton Solar Gagal Diselundupkan, Ahmad Luthfi: Jangan Ganggu Usaha Nelayan!

“Motor tertabrak truk di lajur kanan arah Kendal,” kata Heru dihubungi Senin 21 september 2026.

Benturan keras membuat JMK mengalami luka berat. Korban kemudian dilarikan untuk mendapatkan perawatan. Namun, upaya medis tidak berhasil menyelamatkan nyawanya.

“Korban mengalami luka berat karena tertabrak truk tadi malam,” ujarnya.

Heru mengatakan, kecelakaan tersebut menjadi perhatian karena kondisi jalur Pantura Lingkar Kaliwungu masih ditemukan sejumlah titik jalan bergelombang. Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan, terutama ketika kendaraan harus melakukan manuver secara mendadak.

“Dia menghindari jalan bergelombang, karena di situ banyak titik jalan yang bergelombang. Ini harus segera diperbaiki agar tidak menimbulkan korban berikutnya,” tegas Heru.

Selain kondisi permukaan jalan, minimnya penerangan di sejumlah bagian jalur tersebut juga menjadi perhatian. Kondisi jalan yang rusak dan pencahayaan yang terbatas dapat menyulitkan pengendara melihat kondisi di depannya maupun kendaraan lain di sekitar.

Polisi masih melakukan pendalaman terhadap kecelakaan tersebut. Sopir truk tronton juga masih dimintai keterangan untuk mengetahui secara utuh kronologi kejadian.

Di tengah proses penyelidikan, Satlantas Polres Kendal memberikan pendampingan kepada orang tua korban. Trauma masih dirasakan Supriyadi setelah kehilangan anaknya dalam kecelakaan tersebut.

“Orang tuanya masih trauma, dan dari Satlantas Polres Kendal mendampingi agar traumanya membaik,” tandas Heru.

Artikel Terkait