Kendal Gagal Tembus Lima Besar Porprov Jateng, Bupati Apresiasi Perjuangan Atlet

Bupati Kendal mengapresiasi perjuangan atlet meski gagal mencapai target lima besar Porprov Jateng 2026. Kontingen Kendal meraih 24 emas, 38 perak, dan 64 perunggu.
KENDAL, puskapik.com – Kontingen Kabupaten Kendal harus menerima kenyataan belum mampu memenuhi target lima besar dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026.
Meski demikian, perjuangan para atlet dinilai telah memberikan hasil terbaik dengan mengoleksi 24 medali emas, 38 perak, dan 64 perunggu.
Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh atlet, pelatih, serta ofisial yang telah berjuang membawa nama daerah dalam pesta olahraga terbesar di Jawa Tengah tersebut.
Baca Juga: Porprov Jateng XVII Berakhir, Estafet Tuan Rumah Beralih ke Kedu Raya
Menurutnya, meskipun hasil yang diraih belum sesuai target, capaian 126 medali menjadi bukti kerja keras dan perjuangan kontingen Kendal selama mengikuti kompetisi.
"Kendal tidak memenuhi target, namun sudah berjuang dan menampilkan yang terbaik dengan berhasil meraih 24 emas, 38 perak, dan 64 perunggu," kata Dyah Kartika Permanasari seusai menghadiri Closing Ceremony Porprov Jateng XVII di halaman Stadion Kebondalem Kendal, Jumat (30/10/2026) malam.
Bupati berharap hasil tersebut tidak menjadi akhir dari perjuangan, melainkan bahan evaluasi sekaligus motivasi bagi seluruh insan olahraga di Kendal.
Baca Juga: Warga Taman Pemalang Bertahan di Balai Desa hingga Malam Hari, Kawal Pembentukan Panitia Pilkades
Pembinaan atlet, menurutnya, perlu terus diperkuat agar prestasi pada ajang berikutnya bisa meningkat.
Dia juga mengingatkan bahwa Porprov bukan sekadar kompetisi untuk memperebutkan medali.
Ajang empat tahunan tersebut menjadi ruang pembinaan, silaturahmi antardaerah, sekaligus kesempatan menemukan atlet potensial yang dapat membawa nama Jawa Tengah ke tingkat nasional maupun internasional.
"Kami berharap pencapaian ini menjadi motivasi bagi para atlet untuk terus berlatih dan mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh menghadapi Porprov mendatang maupun kompetisi yang lebih tinggi," ujarnya.
Di sisi lain, Kendal juga memiliki kebanggaan tersendiri karena dipercaya menjadi salah satu daerah penyelenggara sejumlah cabang olahraga sekaligus tuan rumah penutupan Porprov XVII.
Kepercayaan tersebut dinilai menjadi pengalaman penting dalam mendukung penyelenggaraan kegiatan olahraga berskala provinsi.
Sementara itu, Ketua Harian PB Porprov Jateng, Sujarwanto Dwiatmoko, dalam laporannya menyebutkan Porprov XVII 2026 diikuti 35 kontingen kabupaten/kota dengan mempertandingkan 58 cabang olahraga. Total peserta terdiri atas 7.999 atlet, 1.910 ofisial, serta 3.571 perangkat pertandingan.
Dalam penyelenggaraan tersebut diperebutkan 2.769 medali, terdiri atas 810 emas, 810 perak, dan 1.149 perunggu.
Namun, pelaksanaan Porprov tahun ini juga diwarnai dua peristiwa duka. Dua atlet meninggal dunia saat mengikuti rangkaian kompetisi, yakni Syabilla Rizkia Putri Raharja (22), atlet selam asal Kabupaten Jepara, dan Ayudiah Rivana Tridianindita (19), atlet pencak silat asal Kota Semarang.
Syabilla meninggal dunia pada 25 Oktober 2026 setelah mengalami musibah ketika bertanding.
Sebelum meninggal, dia telah menyumbangkan dua medali emas dari nomor 100 meter dan 200 meter putri. Sementara Ayudiah meninggal dunia pada 28 Oktober 2026 saat menjalani perawatan setelah bertanding.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak seluruh peserta dan undangan yang hadir untuk mendoakan kedua atlet tersebut.
Ia berharap peristiwa ini menjadi perhatian serius dalam evaluasi penyelenggaraan Porprov ke depan, terutama terkait keselamatan atlet.
Terlepas dari peristiwa tersebut, Taj Yasin meminta hasil Porprov XVII dijadikan modal pembinaan untuk menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Timur (NTT).
KONI Jawa Tengah diminta mulai mempersiapkan atlet sejak dini, termasuk membangun kekompakan dan chemistry antarpemain agar mampu bersaing di tingkat nasional.
Pada klasemen akhir, Kota Semarang keluar sebagai juara umum dengan raihan 177 emas.
Posisi berikutnya ditempati Kota Surakarta dengan 79 emas, Kota Salatiga 41 emas, Kabupaten Grobogan 38 emas, dan Kabupaten Banyumas 35 emas.
Sementara itu, estafet penyelenggaraan Porprov Jateng XVIII tahun 2030 akan berlanjut ke wilayah Kedu Raya.
Lima daerah yang ditunjuk sebagai tuan rumah bersama yakni Kota Magelang, Kabupaten Magelang, Temanggung, Wonosobo, dan Kebumen.
Penutupan Porprov XVII ditandai dengan pemadaman api Porprov melalui penekanan tombol serta penyerahan bendera Porprov kepada perwakilan tuan rumah berikutnya.
Dengan berakhirnya ajang ini, daerah-daerah peserta diharapkan segera melakukan evaluasi dan memulai pembinaan untuk menghadapi kompetisi empat tahun mendatang. **
Artikel Terkait

Porprov Jateng XVII Berakhir, Estafet Tuan Rumah Beralih ke Kedu Raya

Warga Taman Pemalang Bertahan di Balai Desa hingga Malam Hari, Kawal Pembentukan Panitia Pilkades

Ajak Media Perkuat Kemitraan, Kapolres Tegal Kota Tegaskan Terbuka Kritik
