KMPA Giri Bahama UMS Bantu Cari Orang Hilang di Bukit Mongkrang

Pecinta alam Giri Bahama, Fakultas Geografi, Universitas Muhammadiya Surakarta (UMS) membantu pencarian orang hilang di bukit Mongkrang, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.
KARANGANYAR, puskapik.com -Pecinta alam Giri Bahama, Fakultas Geografi, Universitas Muhammadiya Surakarta (UMS) membantu pencarian orang hilang di bukit Mongkrang, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.
Secara geografis bukit Mongkrang terletak pada koordinat 7˚41’21” LS dan 111˚11’10” BT dengan ketinggian elevasi tertinggi 2.197 Mdpl.
KMPA Giri Bahama turut mengemban misi kemanusiaan dalam pencarian pendaki asal Gawanan, Colomadu, Karanganyar yakni Yasid Ahmad Firdaus (26) yang dilaporkan hilang di kawasan pendakian Bukit Mongkrang saat perjalanan turun dari Puncak Mongkrang pada Minggu, 18 Januari 2026 dan kemudian operasi SAR dibuka Senin, 19 Januari 2026.
Baca Juga: Longsor Terjang Rumah di Watukumpul Pemalang, Satu Anak Meninggal
"Kami dari KMPA Giri Bahama mendelegasikan 14 personel yang bergabung bersama ratusan personel Search And Rescue (SAR) lainnya di Basecamp Mongkrang. Tim KMPA Giri Bahama terbagi menjadi SRU Vertikal Rescue untuk menyisir titik blank spot dan SRU penyisiran darat (Ground Search)," ujar Ketua KMPA Giri Bahama, Viki (Mercon), Jumat (6/2)
Dia mengatakan, Bukit Mongkrang termasuk wilayah Pegunungan Lawu Selatan.
Lokasi ini memiliki geomorfologi yang didominasi oleh lereng curam Stratovolcano tipe B dengan batuan andesitik-basaltik yang ditandai hutan primer lebat, morfologi perbukitan terjal, terbentuk dari adanya aktivitas vulkanik purba.
Secara keseluruhan Pegunungan Lawu Selatan adalah lanskap pegunungan api terjal dan tertutup vegetasi lebat.
Tim KMPA Giri Bahama mengikuti operasi SAR dengan lokasi pencarian diperluas ke area Candi 1, Candi 2, Sangitan sampai Gunung Mitis, jalur Jobolarangan, dan jalur Mrutu hingga wilayah Jawa Timur.
Setelah melalui proses evaluasi, operasi SAR difokuskan untuk pencarian pada titik MPP (Most Probable Position) di sekitar Puncak Candi I sampai pos 3 Tapak Nogo.
Pada hari ke-7 SRU mencium bau misterius di dekitar pos 3 Tapak Nogo yang menjadikan sebagai petunjuk baru keberadaan survivor. Kemudian pencarian ditambah tiga hari, namun hasilnya masih nihil.
"Keterlibatan KMPA Giri Bahama dalam operasi SAR ini merupakan bentuk kontribusi nyata dan berdampak dari mahasiswa Fakultas Geografi UMS dalam membantu persoalan di masyarakat dan berguna bagi sesama. Ketabahan, ketulusan, dan keberanian anggota KMPA Giri Bahama merupakan salah satu perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang sesungguhnya," ujar Nirma Lila Anggani, Dosen Fakultas Geografi.
Ia mengatakan, kasus hilangnya Yasid menjadi pengingat untuk selalu menjaga keamanan dan keselamatan dalam melakukan kegiatan di luar ruangan.
Bukan berarti gunung yang rendah, jalur yang mudah dapat dianggap bebas risiko.
Artikel Terkait

FLS3N Pageruyung Kendal Jadi Ajang Pelestarian Budaya dan Pencarian Bibit Seniman Muda

Pemprov Jateng Beri Tali Asih untuk Penghafal Al-Qur’an, Capai 2.000 Santri per Tahun

10 Provinsi Perkuat Kolaborasi Energi Bersih, Sampah, dan Giant Sea Wall
