Ledakan di Rumah Produksi Petasan di Sukorejo Kendal, Seorang Pekerja Luka Parah

Kamis, 19 Februari 2026 | 11.34
Ilustrasi
Ilustrasi

Seorang pekerja luka parah terkena ledakan di rumah produksi petasan Desa Trimulyo, korban dilarikan ke RSI Muhammadiyah 2 Patean.

KENDAL, puskapik.com- Seorang pekerja di rumah produksi petasan di Dusun Ngloyo Desa Trimulyo Kecamatan Sukorejo Kendal mengalami luka parah setelah terkena ledakan dari gudang pembuatan petasan.

Korban Dio Faras warga Damarjati Sukorejo harus dilarikan ke Rumah Sakit Islam Muhammadiyah 2 Patean karena luka faktur dan luka bakar dibagian kaki.

Kapolsek Sukorejo AKP Sugiyono membenarkan telah terjadi ledakan di rumah produksi petasan milik Zoga Arsyadana di Desa Trimulyo.

“Memang benar ada ledakan di sebuah rumah yang memproduksi petasan, laporan dari warga menyebutkan ada suara keras dari gudang milik Zoga Arsyadana,” katanya.

Baca Juga: Ngabuburit di Kota Brebes, Ini 6 Tempat Favorit Warga

Dijelaskan, kejadian bermula saat korban datang ke rumah produksi pembuatan petasan milik Zoga Arsyadana pada pagi hari.

Saat memasuki gudang pembuatan petasan tersebut dan sedang melakukan persiapan, korban mendengar suara ledakan selanjutnya korban berlari keluar gudang.

“Korban saat itu sedang mempersiapkan untuk membuat petasan namun mendangar bunyi ledakan keras. Korban kemudian berlari keluar gudang namun merasakan kaki sebelah kiri sakit karena terkena percikan dari ledakan tersebut,” imbuhnya.

Korban yang terluka parah di kaki kemudian dibawa oleh warga sekitar ke RSI 2 Patean untuk pertolongan medis.

Korban sendiri baru bekerja di rumah produksi petasan tersebut tiga hari yang lalu, sedangkan pembuatan petasan di rumah Zoga Arsyadana sudah dilakukan selama tiga tahun.

“Hasil pemeriksaan pemilik rumah produksi petasan membeli bahan belerang, potasium klorat, bubuk alumunium lewat aplikasi online pada hari selasa tanggal 10 Februari 2026,” imbuh Kapolsek Sukorejo.

Bahan yang dibeli melalui online ini terdiri dari belerang 20 kilogram, potasium klorat 20 kilogram dan bubuk alumunium sebanyak 25 kilogram.

Polisi masih melakukan pemeriksaan dengan memeriksa saksi dan pemilik gudang pembuatan petasan ini.

Artikel Terkait