Majelis Dzikir Al-Hikmah Jadi Ruang Doa Bersama untuk Kemajuan Kendal

Ribuan jamaah mengikuti Majelis Dzikir Al-Hikmah di Alun-alun Kendal. Kegiatan menjadi ajang doa bersama untuk kemajuan daerah, kerukunan, dan menyambut Hari Jadi Kendal ke-421.
KENDAL, puskapik.com – Ribuan jamaah memadati Alun-alun Kendal dalam Majelis Dzikir Maulid Rasulullah SAW yang diselenggarakan Jamaah Al-Hikmah, Sabtu (11/7/2026) malam.
Tak hanya menjadi ajang memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, kegiatan ini juga menjadi ruang mempererat sinergi antara ulama, umara, dan masyarakat untuk mendoakan kemajuan Kabupaten Kendal.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Kendal Hj. Dyah Kartika Permanasari yang menyampaikan apresiasi kepada para ulama, kiai, nyai, tokoh agama, dan tokoh masyarakat atas kontribusi mereka dalam menjaga kerukunan sekaligus mendukung pembangunan daerah.
Baca Juga: Angin Kencang Percepat Amukan Api, Dua Rumah di Plantungan Kendal Ludes Terbakar
Menurut Bupati, pembangunan tidak hanya bertumpu pada program pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan moral dan spiritual dari para pemuka agama serta masyarakat.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh jamaah, khususnya Jamaah Al-Hikmah, yang telah konsisten mendukung pembangunan daerah melalui kegiatan-kegiatan positif seperti pengajian malam ini," ujar Dyah Kartika.
Ia berharap para ulama terus memberikan tuntunan, doa, dan keteladanan sehingga pembangunan di Kabupaten Kendal berjalan dengan baik serta membawa manfaat bagi seluruh masyarakat.
Baca Juga: Ribuan Insan Koperasi Ikut Runwalk UMKM, Perkuat Gerakan Berkoperasi
Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengajak seluruh jamaah memanjatkan doa bagi keselamatan bangsa dan negara.
Ia bersyukur Kabupaten Kendal hingga saat ini tetap berada dalam kondisi yang aman, damai, dan kondusif sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Momentum majelis dzikir juga dimanfaatkan Bupati untuk mengajak masyarakat menyambut Hari Jadi ke-421 Kabupaten Kendal yang akan diperingati pada 28 Juli 2026.
Pemerintah Kabupaten Kendal telah menyiapkan berbagai rangkaian kegiatan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, menghadirkan hiburan rakyat, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.
"Kami memohon doa restu kepada para ulama, kiai, nyai, dan seluruh masyarakat agar seluruh rangkaian Hari Jadi Kabupaten Kendal maupun program pembangunan dapat berjalan lancar dan membawa manfaat bagi kesejahteraan masyarakat," katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia Majelis Dzikir, H. Amir Mahmud, MT, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tradisi yang rutin dilaksanakan Jamaah Al-Hikmah sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus mengamalkan ajaran guru mereka, KH Achmad Asrori Al Ishaqy RA.
Menurutnya, majelis dzikir menjadi wadah untuk mengirim doa kepada kedua orang tua, para leluhur, ulama, dan para pemimpin yang telah wafat, sekaligus memohon keselamatan bagi bangsa Indonesia dan masyarakat Kabupaten Kendal.
"Majelis ini menjadi wasilah untuk memohon keberkahan, keselamatan, dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kendal yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan ini dapat terselenggara dengan baik," ungkap Amir Mahmud.
Suasana semakin khidmat saat penceramah Abdul Rosyit Zuhro dari Surabaya menyampaikan tausiyah tentang pentingnya berbakti kepada orang tua.
Di hadapan ribuan jamaah, ia mengingatkan bahwa keberkahan hidup seseorang tidak lepas dari ridha kedua orang tuanya.
"Ridha Allah terletak pada ridha orang tua. Jangan pernah melupakan jasa-jasa mereka, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat, karena doa orang tua adalah salah satu kunci keberhasilan hidup," pesannya.
Majelis Dzikir Maulid Rasulullah SAW ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk keselamatan bangsa, kedamaian daerah, dan kemajuan Kabupaten Kendal.
Kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak hanya dibangun melalui infrastruktur dan kebijakan, tetapi juga melalui kekuatan doa, persatuan, dan nilai-nilai keagamaan yang terus hidup di tengah masyarakat. **



