Muhammadiyah Kendal Evaluasi Setengah Periode, Program Harus Terbukti di Lapangan

PDM Kendal mengevaluasi program kerja dalam Musypimda 2026. Seluruh agenda diminta tak berhenti di dokumen, tetapi diwujudkan menjadi gerakan nyata hingga cabang dan ranting.
KENDAL, puskapik.com – Memasuki lebih dari separuh masa kepengurusan, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kendal mulai melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program kerja.
Seluruh agenda yang telah dirancang diminta tidak berhenti sebagai dokumen organisasi, tetapi diwujudkan menjadi gerakan nyata hingga tingkat cabang dan ranting.
Pesan itu mengemuka dalam Musyawarah Pimpinan Daerah (Musypimda) Muhammadiyah Kendal yang digelar di Gedung PDM Kendal, Sabtu (8/8/2026).
Baca Juga: Bupati Apresiasi Kolaborasi Hiburan dan Budaya Konser #ILoveRCTI di Kendal
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 125 peserta yang terdiri atas utusan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), Unsur Pembantu Pimpinan (UPP) tingkat daerah, serta organisasi otonom (Ortom).
Ketua PDM Kendal, KH Ikhsan Intizam, mengatakan Musypimda menjadi momentum penting untuk mengukur sejauh mana program kerja yang telah disepakati benar-benar dijalankan oleh seluruh elemen persyarikatan.
"Sudah berapa persen program kerja yang telah kita canangkan terlaksana? Adakah program yang belum terlaksana, atau bahkan sama sekali belum dilaksanakan?" ujarnya saat memberikan pengarahan.
Baca Juga: Adi Jefri Pimpin PBSI Kota Tegal, Konsolidasi Diuji di Tengah Catatan Prestasi
Menurutnya, evaluasi bukan sekadar memenuhi kewajiban administrasi organisasi, melainkan bentuk pertanggungjawaban atas amanah kepemimpinan. Karena itu, setiap program harus memiliki capaian yang jelas, terukur, dan memberikan dampak nyata bagi warga Muhammadiyah maupun masyarakat luas.
KH Ikhsan mengingatkan, semangat yang diwariskan pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan, harus terus menjadi pegangan dalam mengembangkan persyarikatan. Keberhasilan Muhammadiyah, katanya, dapat dilihat dari berkembangnya amal usaha, meningkatnya aktivitas dakwah, hingga lahirnya program-program sosial yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Sekretaris PDM Kendal, Moechammad Agoes Noer Hidayat, menekankan pentingnya memperkuat implementasi program hingga tingkat cabang dan ranting. Menurutnya, setiap PCM perlu menyusun program yang relevan dengan kebutuhan dan potensi wilayah masing-masing.
"Program kerja Muhammadiyah harus benar-benar turun sampai cabang dan menjadi gerakan nyata di tengah masyarakat. Jangan hanya bagus dalam perencanaan, tetapi harus ada pelaksanaan dan manfaat," tegasnya.
Selain penguatan dakwah dan pelayanan sosial, Agoes juga mendorong pengelolaan aset serta potensi ekonomi Muhammadiyah secara profesional. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat kemandirian organisasi sekaligus membuka peluang pemberdayaan ekonomi dan lapangan kerja bagi masyarakat.
Ia menegaskan, keberhasilan Muhammadiyah tidak hanya ditentukan oleh kebijakan di tingkat daerah, tetapi juga oleh kemampuan cabang dan ranting menerjemahkan program menjadi aksi nyata.


