Niat Menikmati Pasar Malam di Lapangan Brimob Kaliwungu Kendal, Pelajar SD Diduga Terkena Peluru Nyasar

Rabu, 4 November 2026 | 11.11 WIB
Mako Brimob Bataliyon A Pelopor di Desa Plantaran Kaliwungu Kendal. (edhot)
Mako Brimob Bataliyon A Pelopor di Desa Plantaran Kaliwungu Kendal. (edhot)

Mako Brimob Batalyon A Pelopor Kaliwungu, Kendal, lokasi bocah 11 tahun mengalami luka usai terdengar letusan senjata saat pasar malam, Senin (2/11/2026).

KENDAL, puskapik.com – Kegembiraan seorang bocah berusia 11 tahun saat menikmati keramaian pasar malam di kompleks Mako Brimob Batalyon A Pelopor Kaliwungu, Kabupaten Kendal, berakhir dengan peristiwa yang mengundang tanda tanya.

Bocah tersebut mengalami luka di bagian belakang ketiak kanan setelah terdengar suara letusan senjata, Senin 2 november 2026 malam.

Keluarga menduga luka yang dialami korban berinisial MTAI itu akibat terkena peluru nyasar. Dugaan tersebut muncul setelah pemeriksaan rontgen di rumah sakit menemukan serpihan benda di dalam luka korban.

Baca Juga: Jelang Penetapan UMP dan UMK 2027, Ahmad Luthfi Serap Aspirasi Buruh dan Pengusaha

MTAI merupakan siswa kelas IV SD Negeri 2 Magelung yang tinggal di Dukuh Suropadan, Desa Protomulyo, Kecamatan Kaliwungu Selatan. Saat kejadian, korban sedang berjalan-jalan bersama temannya untuk melihat pasar malam yang digelar di lapangan kompleks Brimob.

Paman korban, Mujiono, menuturkan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.00 WIB ketika keduanya hendak pulang. Tiba-tiba terdengar suara letusan. Teman korban langsung berlari, sedangkan MTAI merasakan sakit di bagian punggung.

Saat diperiksa, ternyata terdapat luka yang mengeluarkan banyak darah di bagian bawah ketiak.

Baca Juga: Pick Up Bermuatan Sapi Terperosok ke Jurang di Paninggaran Pekalongan, 1 Penumpang Tewas

"Temannya lari sementara keponakan saya merasakan sakit di punggung dan melihat banyak darah," tutur Mujiono saat ditemui di rumah keluarga korban, Rabu 4 november 2026.

Pengunjung pasar malam yang mengetahui kejadian tersebut kemudian melaporkannya kepada petugas jaga Mako Brimob. Anggota Brimob selanjutnya membawa korban ke Rumah Sakit Darul Istiqomah (RSDI) Kaliwungu untuk mendapatkan pertolongan.

Namun, persoalan mulai menjadi perhatian keluarga setelah pemeriksaan medis menunjukkan adanya serpihan benda di dalam tubuh korban. Keluarga mengaku sebelumnya mendapat informasi bahwa korban terjatuh dan punggungnya terkena kawat.

Hasil rontgen tersebut kemudian membuat keluarga mempertanyakan penyebab luka yang sebenarnya. Ibu korban lantas menyampaikan informasi kepada kerabatnya yang bekerja di Polres Kendal.

Laporan itu akhirnya sampai kepada Kapolres Kendal AKBP Ratna Quratul Ainy. Kapolres kemudian menjenguk korban dan mengupayakan rujukan ke RSI Sultan Agung Semarang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut, termasuk operasi pengangkatan benda yang diduga proyektil.

Mujiono berharap kejadian tersebut dapat diungkap secara terang. Keluarga juga meminta pertanggungjawaban apabila hasil penyelidikan membuktikan bahwa luka korban berasal dari peluru yang ditembakkan petugas.

"Kalau memang itu peluru dari petugas keluarga minta pertanggungjawaban, karena biaya operasi cukup mahal sampai Rp 30 juta," ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Kendal AKBP Ratna Quratul Ainy mengatakan, kepolisian belum dapat menyimpulkan penyebab luka yang dialami korban. Dugaan adanya peluru nyasar masih memerlukan pembuktian melalui pemeriksaan medis dan penyelidikan lebih lanjut.

Berdasarkan informasi awal, korban sedang melintas di sekitar kompleks Rusun Brimob ketika tiba-tiba merasakan sakit di bagian belakang ketiak kanan. Setelah mengetahui adanya luka dan darah, korban mendatangi petugas jaga untuk meminta pertolongan.

Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan awal, serta berkoordinasi dengan rumah sakit. Penyidik juga menunggu hasil observasi dokter dan visum untuk mengetahui jenis benda yang menyebabkan luka tersebut.

"Petugas telah melakukan olah TKP, meminta keterangan awal, dan berkoordinasi dengan pihak rumah sakit. Sampai saat ini, penyebab luka dan jenis benda yang berkaitan dengan kejadian masih menunggu hasil observasi dan keterangan dokter," jelas Ratna.

Menurutnya, keselamatan korban menjadi prioritas. Namun, proses penyelidikan tetap dilakukan untuk memastikan kronologi dan penyebab kejadian, termasuk menjawab dugaan keluarga mengenai kemungkinan adanya proyektil peluru.

Hasil pemeriksaan medis nantinya akan menjadi salah satu dasar bagi kepolisian untuk mengungkap secara pasti peristiwa yang menimpa bocah tersebut. **

Artikel Terkait