PDAM Kendal Targetkan 4.000 Sambungan Baru dan Kenaikan PAD di Usia ke-40

Sabtu, 28 Februari 2026 | 10.21
Peringatan HUT 40 PDAM Tirto Panguripan Kendal sekaligus buka bersama dan santunan anak yatim. (edhot)
Peringatan HUT 40 PDAM Tirto Panguripan Kendal sekaligus buka bersama dan santunan anak yatim. (edhot)

PDAM Tirto Panguripan Kendal target 4.000 sambungan baru pada 2026 dan kenaikan PAD hingga Rp12,9 miliar di usia ke-40, disertai santunan anak yatim, dan bukber.

KENDAL,puskapik.com – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda) Tirto Panguripan Kabupaten Kendal menargetkan penambahan 4.000 sambungan pelanggan baru pada tahun 2026. Selain itu, kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga diproyeksikan meningkat signifikan dalam dua tahun ke depan.

Direktur Utama Perumda Air Minum Tirto Panguripan, Sunanto, menyampaikan bahwa pada 2026 pihaknya menargetkan PAD sebesar Rp 5,2 miliar. Angka tersebut direncanakan melonjak menjadi Rp 12,9 miliar pada 2027.

Menurut Sunanto, peningkatan target tersebut sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mengembangkan bisnis pengelolaan air minum yang profesional dan berkelanjutan.

Baca Juga: Amankan Investor Kelas Dunia, Jateng Siapkan KITB Berbasis Energi Terbarukan

Di usia ke-40 tahun, Perumda terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan serta memperluas jangkauan pelanggan, termasuk ke wilayah perumahan dan pedesaan di Kabupaten Kendal.

“Penambahan sambungan baru menjadi bagian dari strategi kami untuk memperluas akses air bersih bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kinerja perusahaan,” ujarnya dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-40.

Sementara itu, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari yang hadir dalam acara tasyakuran dan buka puasa bersama, berharap seluruh jajaran Perumda dapat bekerja lebih baik dan semakin prima dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik semakin tinggi. Oleh karena itu, perusahaan daerah dituntut untuk terus berinovasi dan menghadirkan terobosan baru dalam pengelolaan air minum.

Ia juga menekankan pentingnya sikap responsif dalam menyelesaikan permasalahan konsumen serta membangun komunikasi dan kerja sama dengan berbagai pihak guna mendukung rencana bisnis perusahaan.

“Bisnis harus dibangun dengan sifat amanah. Reputasi perusahaan akan rusak jika sumber daya manusia tidak jujur dalam menjalankan tugas,” tegasnya.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait