Perahu Nelayan di Rowosari Hanyut Terbawa Arus Sungai Kutho

Sabtu, 7 Maret 2026 | 13.23
Perahu nelayan ini hanyut setelah tali penambatnya lepas. (edhot)
Perahu nelayan ini hanyut setelah tali penambatnya lepas. (edhot)

Perahu nelayan di Rowosari hanyut terbawa arus deras Sungai Kutho, berhasil diselamatkan sebelum sampai ke muara laut.

KENDAL,puskapik.com — Sebuah perahu milik nelayan di Kabupaten Kendal hanyut terbawa arus deras Sungai Kutho pada Jumat (6/3/2026) malam.

Perahu tersebut diketahui milik Miswadi, warga Dusun Saribaru Kulon Kali, Kecamatan Rowosari.

Perahu hanyut setelah tali tambatan yang diikat pada bambu penahan tidak mampu menahan derasnya arus sungai yang meningkat akibat hujan deras.

Akibatnya, perahu terlepas dan terbawa arus dari wilayah Tawang hingga Bulusan dengan jarak sekitar tiga kilometer.

Baca Juga: Jawa Tengah Gaspol Wisata Halal Jadi Mesin Ekonomi 2027

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kendal, Hudi Sambodo, membenarkan peristiwa tersebut saat dikonfirmasi pada Sabtu (7/3/2026).

Menurutnya, derasnya arus Sungai Kutho pada malam hari membuat perahu yang semula ditambatkan di tepi sungai terlepas dan hanyut mengikuti aliran air.

“Memang benar ada perahu nelayan yang hanyut terbawa arus Sungai Kutho. Diduga tambatan tali perahu terlepas sehingga tidak mampu menahan arus yang cukup deras,” ujarnya.

Beruntung, sejumlah nelayan yang mengetahui kejadian tersebut segera melakukan upaya penyelamatan. Perahu berhasil diamankan sebelum terbawa hingga ke muara sungai yang langsung terhubung dengan laut.

Jika perahu sampai keluar dari muara, risiko kerusakan maupun kehilangan dinilai sangat besar karena kondisi gelombang laut dan angin yang sedang tinggi.

“Alhamdulillah perahu bisa diselamatkan nelayan lain sebelum sampai ke muara. Kalau sampai keluar ke laut tentu akan sangat berbahaya,” jelasnya.

Ia menambahkan, dalam beberapa hari terakhir kondisi cuaca di wilayah pesisir Kendal memang cukup tidak menentu. Hujan dengan intensitas tinggi membuat debit air sungai meningkat sehingga arus menjadi lebih kuat.

Karena itu, pihaknya mengimbau para nelayan agar lebih berhati-hati, terutama dalam menambatkan perahu di sepanjang aliran sungai.

Selain itu, nelayan juga diminta tidak memaksakan diri untuk melaut apabila kondisi cuaca dinilai tidak aman.

“Kalau cuaca tidak memungkinkan sebaiknya tidak melaut dulu. Nelayan juga kami minta selalu memperbarui informasi prakiraan cuaca dari BMKG yang rutin kami bagikan melalui pesan WhatsApp dari DKP,” tegasnya.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait