PSK Kendal Jadi Satu-satunya Komunitas Sastra Jateng Penerima Banpem Rp100 Juta

Minggu, 27 September 2026 | 17.01 WIB
Peyerahan hadiah Festival Teater Pelajar Piala Sri Murtono.
Peyerahan hadiah Festival Teater Pelajar Piala Sri Murtono. (edhot)

Pelataran Sastra Kaliwungu Kendal menjadi satu-satunya komunitas sastra Jateng penerima bantuan pemerintah Rp100 juta dari Badan Bahasa Kemendikdasmen.

KENDAL, puskapik.com — Kiprah Pelataran Sastra Kaliwungu (PSK) Kabupaten Kendal mendapat pengakuan di tingkat Jawa Tengah. Komunitas sastra tersebut menjadi satu-satunya komunitas sastra di Jawa Tengah yang menerima bantuan pemerintah (banpem) dari Badan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sebesar Rp100 juta.

Bantuan itu diberikan untuk mendukung pengembangan kebahasaan dan kesastraan yang dilakukan komunitas di daerah.

Kepala Balai Bahasa Jawa Tengah, Dwi Laily Sukmawati, mengungkapkan hal tersebut saat menghadiri puncak Festival Teater Pelajar Piala Sri Murtono se-Jawa Tengah di PUPR Kendal, Sabtu 26 september 2026 malam.

Baca Juga: IMAKEN Punya Nahkoda Baru, Mahasiswa Kendal Disiapkan Jadi Penggerak Pembangunan

Menurutnya, dari komunitas yang mendapatkan dukungan pemerintah, terdapat 10 komunitas literasi dan hanya satu komunitas sastra yang menerima bantuan, yakni PSK Kendal.

“Untuk komunitas literasi ada 10 komunitas yang mendapat bantuan. Tetapi untuk komunitas sastra hanya satu, yaitu PSK dari Kabupaten Kendal. Bantuan untuk komunitas sastra mencapai Rp100 juta,” ujarnya.

Dwi menilai dukungan tersebut tidak lepas dari peran komunitas dalam menjaga kehidupan sastra sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk belajar dan berkarya.

Ia juga mengapresiasi Festival Teater Pelajar Piala Sri Murtono yang dinilai tidak hanya menjadi arena perlombaan. Panggung teater, kata dia, menjadi media pembelajaran bagi pelajar untuk mengasah emosi, kemampuan berbahasa, kerja sama, keberanian tampil, serta kreativitas.

“Saya baru hari ini menyaksikan teater dari awal sampai akhir. Luar biasa. Ternyata latihan yang dilakukan tidak sampai satu bulan, tetapi hasilnya sangat baik,” katanya.

Presiden PSK Bahrul Ulum A Malik mengatakan festival tersebut dirancang melalui tiga tahapan, mulai dari workshop naskah dan keaktoran, seleksi terbuka melalui video, hingga pertunjukan langsung di hadapan dewan juri.

Sebanyak 16 kelompok teater dari 11 kabupaten/kota mengikuti proses seleksi. Dari jumlah tersebut, lima kelompok terbaik kemudian tampil pada babak final.

Bahrul mengatakan festival tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mengenalkan kembali karya dan kiprah tokoh teater asal daerah.

“Ini upaya kami menghidupkan dan mengenalkan kembali putra daerah yang memiliki kiprah luar biasa dalam dunia teater modern,” tegas Bahrul.

Nama Sri Murtono menjadi bagian penting dalam festival tersebut. Pada babak final, kelima kelompok membawakan adaptasi dari naskah orisinal karya Sri Murtono.

Baca Juga: Terjepit di Kabin, Sopir Mobil Box Tewas Usai Tabrak Truk di Pantura Brangsong Kendal

Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengatakan festival tersebut seharusnya tidak berhenti pada perebutan piala dan hadiah. Menurutnya, penggunaan nama Sri Murtono menjadi momentum untuk mengenalkan kembali sejarah serta warisan teater kepada generasi muda.

“Festival ini bukan sekadar ajang kompetisi seni untuk memperoleh hadiah. Lebih dari itu, ini ikhtiar merawat, mengingat kembali dan menghidupkan warisan pemikiran serta perjuangan almarhum Sri Murtono,” tegasnya.

Dalam babak final, Teater Apotek SMK Duta Karya Kudus berhasil menjadi juara pertama. Posisi kedua diraih Teater Sansa SMA Negeri 1 Purwanegara Banjarnegara, sedangkan Teater Pena Fiksi SMK Bina Utama Kendal menempati juara ketiga.

Juara empat diraih Teater Cakrawala SMA Negeri 6 Purworejo dan juara lima Teater Emas MAN 1 Tegal.

Dyah berharap Festival Teater Pelajar Piala Sri Murtono dapat digelar secara rutin. Menurutnya, keberlanjutan kegiatan semacam itu penting untuk memperkuat pembinaan generasi muda sekaligus menjaga ekosistem sastra, teater, dan kebudayaan di Jawa Tengah. ***

Artikel Terkait