Puncak Arus Balik Lebaran 2026, One Way Nasional Kalikangkung-Cikatama Mulai Diberlakukan

Selasa, 24 Maret 2026 | 18.38
puskapik

One way nasional KM 414 Kalikangkung–KM 70 Cikatama diberlakukan Listyo Sigit Prabowo guna atasi puncak arus balik Lebaran 2026.

SEMARANG, puskapik.com - Puncak arus balik Lebaran 2026 diperkirakan terjadi hari ini.

Untuk mengantisipasi lonjakan jutaan kendaraan menuju Jakarta, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi memberlakukan skema one way nasional dari KM 414 Kalikangkung hingga KM 70 Cikatama, Selasa (24/3/2026).

Kebijakan tersebut dilepas langsung Kapolri di Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang, bersama sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Menko PMK Pratikno, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, serta perwakilan Jasa Marga, Jasa Raharja, TNI, Polri, dan Basarnas.

Baca Juga: Kapolres Brebes Sidak Pengamanan Objek Wisata Saat Libur Lebaran

Kapolri mengungkapkan, hingga 24 Maret 2026, sebanyak 2.380.401 kendaraan tercatat telah keluar dari Jakarta melalui jalur tol. Seiring meningkatnya volume kendaraan arus balik, rekayasa lalu lintas ditingkatkan dari skema lokal menjadi nasional.

“Kita melaksanakan one way nasional karena diperkirakan puncak arus balik terjadi hari ini,” ujar Listyo Sigit.

Penerapan sistem satu arah ini mencakup jalur panjang dari KM 414 Tol Kalikangkung hingga KM 70 Tol Cikatama. Selain itu, petugas juga menyiapkan berbagai rekayasa lalu lintas tambahan, termasuk pemanfaatan tol fungsional dan pengaturan teknis situasional di lapangan guna mengurai kepadatan.

Baca Juga: Bos Djarum Meninggal, Ahmad Luthfi : Kita Kehilangan Tokoh Nasional

Kapolri mengimbau masyarakat untuk mengutamakan keselamatan selama perjalanan. Ia meminta pemudik memanfaatkan fasilitas yang tersedia, seperti rest area, pos pelayanan, dan pos terpadu.

“Silakan beristirahat jika lelah, jangan memaksakan diri. Keselamatan adalah yang utama,” tegasnya.

Pemerintah juga mendorong penggunaan moda transportasi alternatif, seperti kereta api, serta penerapan kebijakan Work From Anywhere (WFA) guna mendistribusikan arus balik agar tidak menumpuk dalam satu waktu.

Menko PMK Pratikno menegaskan, seluruh kebijakan yang diambil pemerintah berfokus pada keselamatan masyarakat selama perjalanan.

“Agar seluruh keluarga bisa kembali dari mudik dengan selamat dan sehat,” ujarnya.

Senada, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menekankan pentingnya kondisi fisik pengemudi sebagai faktor krusial dalam keselamatan perjalanan.

“Setiap tiga jam sebaiknya berhenti untuk beristirahat. Kelelahan menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan,” katanya.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait