Ratusan Jamaah Ikuti I’tikaf 10 Malam Terakhir Ramadan di Masjid Baitul Muttaqin Penaruban

Ratusan jamaah mengikuti i’tikaf 10 malam terakhir Ramadan di Masjid Baitul Muttaqin Penaruban, Kaligondang, Purbalingga, Selasa dini hari, untuk memperbanyak ibadah.
PURBALINGGA, puskapik.com — Suasana hening dini hari di Desa Penaruban, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga, berubah khusyuk pada Selasa, 10 Maret 2026.
Ratusan jamaah memadati Masjid Baitul Muttaqin untuk mengikuti kegiatan i’tikaf pada sepuluh malam terakhir Ramadan 1447 H.
Sejak sekitar pukul 00.00 WIB, jamaah mulai berdatangan. Sebagian membawa Al-Qur’an, sebagian lainnya membawa sajadah dan perlengkapan ibadah.
Baca Juga: Perkuat Konsolidasi Partai, PDIP Pemalang Siap Gelar Musancab
Mereka kemudian mengambil tempat di ruang utama dan serambi masjid untuk mengisi malam dengan berbagai amalan, mulai dari membaca Al-Qur’an, berzikir, melaksanakan shalat sunnah, hingga memperbanyak doa dan istighfar.
Berdasarkan penanggalan Hijriyah, kegiatan tersebut bertepatan dengan 21 Ramadan 1447 Hijriyah.
Malam ini menandai dimulainya malam-malam ganjil pada sepuluh hari terakhir Ramadan yang diyakini memiliki keutamaan besar, karena pada salah satunya terdapat malam Lailatul Qadar malam yang dalam Al-Qur’an disebut lebih baik dari seribu bulan.
Baca Juga: Ini Daftar 6 Nama yang Muncul dalam Bursa Ketua KONI Pemalang 2026-2030
Kegiatan i’tikaf tersebut diinisiasi oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah Penaruban. Setiap Ramadan, kegiatan ini menjadi agenda rutin yang diikuti oleh jamaah dan warga Muhammadiyah setempat.
Pimpinan Ranting Muhammadiyah Penaruban, H Sutaryo mengatakan, i’tikaf pada sepuluh malam terakhir Ramadan merupakan kesempatan bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah.



