Ratusan Pelajar Kendal Didorong Jadi Pengguna AI yang Cerdas dan Bertanggung Jawab

Polres Kendal membekali 600 pelajar Weleri dengan keterampilan AI, literasi digital, serta etika penggunaan teknologi untuk belajar, berkarya, dan bermedia sosial.
KENDAL, puskapik.com – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) menjadi perhatian Polres Kendal.
Melalui program Pengimbasan Pelatihan AI, ratusan pelajar di Kecamatan Weleri dibekali kemampuan memanfaatkan teknologi secara produktif sekaligus memahami risiko penyalahgunaannya di ruang digital.
Kegiatan yang berlangsung Rabu (12/8/2026) tersebut diikuti 600 pelajar, masing-masing 300 siswa dari SMA Negeri 1 Weleri dan 300 siswa SMK Muhammadiyah 3 Weleri.
Baca Juga: Jangan Hanya Andalkan Data, Serdik Sespimmen Diminta Cek Fakta Ketahanan Pangan
Program ini dipimpin Kasat Binmas Polres Kendal AKP Agus Supriyadi, S.H., M.H., bersama jajaran personel Polres Kendal dan Tim Trainer Paham AI.
Berbeda dengan sosialisasi teknologi pada umumnya, pelatihan ini mengombinasikan teori dan praktik. Para peserta dikenalkan pada berbagai aplikasi AI yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang proses belajar, menyusun materi pembelajaran, hingga menghasilkan karya kreatif secara lebih efektif.
Selain kemampuan teknis, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai etika penggunaan AI. Materi tersebut menitikberatkan pada bahaya penyebaran hoaks, manipulasi konten digital, penyalahgunaan teknologi, hingga pentingnya menjaga keamanan data pribadi saat menggunakan platform berbasis kecerdasan buatan.
Baca Juga: Lolos Selekda, 21 Atlet Gojukai Pemalang Bidik Prestasi Kejurnas Piala Kejagung
Untuk mengukur pemahaman peserta, Polres Kendal menggelar evaluasi melalui empat modul pembelajaran dan satu studi kasus. Dari 477 peserta yang mengikuti ujian, sebanyak 345 siswa berhasil memperoleh nilai di atas rata-rata sehingga dinyatakan lulus. Hasil tersebut menunjukkan meningkatnya pemahaman pelajar terhadap konsep dasar AI sekaligus kemampuan mengoperasikan berbagai perangkat pendukung secara bertanggung jawab.
Kasat Binmas Polres Kendal AKP Agus Supriyadi mengatakan, penguasaan teknologi harus diimbangi dengan karakter dan etika agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat.
"AI merupakan teknologi yang akan terus berkembang dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Karena itu, generasi muda harus mampu memanfaatkannya untuk meningkatkan kualitas belajar dan kreativitas, bukan justru digunakan untuk membuat konten menyesatkan atau menyebarkan informasi palsu," katanya.
Menurutnya, literasi digital menjadi salah satu langkah strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di era digital. Melalui edukasi sejak di bangku sekolah, Polres Kendal berharap lahir generasi muda yang tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dalam menggunakannya.
Program pelatihan AI ini menjadi bagian dari komitmen Polres Kendal dalam memperluas edukasi digital di lingkungan pendidikan. Ke depan, kegiatan serupa akan terus digelar sebagai upaya menciptakan ruang digital yang aman, sehat, dan produktif bagi generasi penerus bangsa.


