Sambil Jaga Desa, Satlinmas Kendal Tekuni Kebun Anggur, Sekali Panen Bisa 50 Kg

Petugas Satlinmas Desa Purwosari Kendal memanfaatkan pekarangan rumah untuk budidaya anggur. Selain panen buah, ia mengembangkan bibit sebagai usaha sampingan.
KENDAL ,puskapik.com – Budidaya anggur ternyata tak selalu membutuhkan lahan luas. Pekarangan rumah yang terbatas pun bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan buah sekaligus menjadi peluang usaha sampingan.
Hal itu dilakukan Ahmad Chafidin, seorang anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) Desa Purwosari, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal.
Di sela menjalankan tugas sebagai Satlinmas, Chafidin memanfaatkan pekarangan rumahnya untuk membudidayakan sejumlah tanaman anggur.
Baca Juga: 75,4 Juta Liter Air Bersih Sudah Disalurkan ke Wilayah Kekeringan Jateng
Tanaman anggur dipilih karena memiliki karakter tumbuh menjalar. Dengan membuat rambatan ke atas, tanaman dapat berkembang tanpa membutuhkan banyak ruang di permukaan tanah.
Bagi Chafidin, menanam anggur bukan sekadar kegiatan untuk mengisi waktu luang. Jika dirawat dengan baik, tanaman anggur menurutnya memiliki potensi menghasilkan buah dalam jumlah cukup besar.
"Dalam kondisi normal, satu pohon bisa menghasilkan sekitar 20 sampai 50 kilogram buah. Kalau harga anggur berkisar Rp120 ribu sampai Rp150 ribu per kilogram, memang cukup menarik untuk dikembangkan," ujar Ahmad Chafidin ditemuui Rabu 30 september 2026.
Baca Juga: 75,4 Juta Liter Air Bersih Sudah Disalurkan ke Wilayah Kekeringan Jateng
Menurut dia, hasil tersebut tentu bergantung pada kondisi tanaman, jenis anggur, perawatan, serta keberhasilan proses pembungaan hingga buah berkembang dan siap dipanen.
Chafidin mengaku sudah beberapa tahun menekuni budidaya anggur. Dari pengalaman tersebut, ia kemudian tidak hanya mengandalkan hasil panen buah, tetapi juga mengembangkan pembibitan untuk dijual.
Pembibitan menjadi bagian lain dari usaha sampingan yang dijalankannya. Dengan demikian, tanaman anggur yang dirawat di pekarangan tidak hanya memberikan hasil ketika memasuki masa panen, tetapi juga dapat menjadi sumber pendapatan dari penjualan bibit.
"Selain buah, saya juga mengembangkan bibit untuk dijual. Jadi memang bisa menjadi usaha sampingan di luar aktivitas sebagai Satlinmas," katanya.
Ia mengatakan, budidaya anggur membutuhkan ketelatenan. Perawatan harus dilakukan secara rutin agar tanaman dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan buah.
Salah satu hal yang diperhatikan adalah kondisi media tanam. Menurut Chafidin, tanah sebaiknya tidak terlalu basah karena dapat mengganggu pertumbuhan tanaman.
"Paling penting telaten merawat. Kondisi tanah jangan terlalu basah. Penyiraman bisa dilakukan dua sampai tiga hari sekali, tergantung kondisi," jelasnya.
Pemanfaatan sistem rambatan menjadi salah satu cara Chafidin menyiasati keterbatasan lahan. Batang tanaman diarahkan tumbuh ke atas dan melebar pada konstruksi rambatan yang telah disiapkan.
Cara tersebut membuat budidaya anggur memungkinkan dilakukan di lingkungan rumah dengan pekarangan yang tidak terlalu luas.
Bagi Chafidin, kegiatan tersebut menjadi cara sederhana untuk memanfaatkan ruang sekaligus waktu luang. Di tengah kesibukannya menjalankan tugas sebagai Satlinmas, ia tetap bisa mengembangkan aktivitas produktif dari rumah.
Ia berharap semakin banyak masyarakat yang tertarik memanfaatkan pekarangan untuk kegiatan produktif, termasuk budidaya tanaman buah yang memiliki nilai ekonomi.
Budidaya anggur, menurutnya, tidak harus dimulai dengan lahan besar. Dengan perawatan yang konsisten dan teknik budidaya yang tepat, pekarangan rumah pun bisa menjadi tempat menghasilkan buah sekaligus membuka peluang usaha tambahan.



