Sedimentasi Cepat Menumpuk, Dermaga Tawang Kendal Mulai Dikeruk

Sedimentasi cepat menumpuk, DKP Kendal mulai pengerukan alur muara Dermaga Tawang Rowosari demi kelancaran serta keselamatan aktivitas perahu nelayan.
KENDAL, puskapik.com – Pengerukan sedimentasi di kawasan Dermaga Tawang, Kabupaten Kendal, mulai dilakukan untuk menjaga kedalaman alur pelayaran dan kelancaran aktivitas nelayan. Langkah ini diperlukan karena material endapan di sejumlah muara di Kendal diketahui kembali menumpuk dalam waktu relatif singkat setelah pengerukan.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kendal, Hudi Sambodo, mengatakan sedimentasi menjadi persoalan berulang di kawasan muara Tawang, Kalikuto, hingga Sendang Sikucing. Karakteristik alam di wilayah tersebut menyebabkan material endapan cepat memenuhi alur muara.
“Karakteristik alam di muara Kalikuto, Tawang, dan sebenarnya juga di muara Sendang Sikucing ini sedimentasinya cepat sekali. Kadang dua sampai tiga bulan sedimentasinya sudah penuh lagi,” kata Hudi, Selasa 20 Oktober 2026.
Menurut dia, kondisi tersebut membuat pengerukan tidak cukup dilakukan hanya sekali. Pemeliharaan secara berkala diperlukan agar alur muara tetap dapat dilalui perahu nelayan ketika berangkat melaut maupun kembali ke daratan setelah menangkap ikan.
Baca Juga: Peduli Krisis Air, Polres Tegal Salurkan 20.000 Liter Air Bersih ke Desa Karangmalang dan Tonggara
Di kawasan Tawang, kegiatan pemeliharaan dilakukan melalui program P3 Tawang dengan anggaran sekitar Rp130 juta. Pekerjaan tersebut mencakup pengerukan pada area sepanjang 30 meter persegi dari dermaga.
Hudi menegaskan, tingginya sedimentasi menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga fungsi muara dan dermaga. Tanpa pemeliharaan berkelanjutan, endapan berpotensi kembali menyebabkan pendangkalan dalam kurun dua hingga tiga bulan.
“Kalau cuma dikeruk sekali itu masih kurang, karena di sana sedimentasi cukup tinggi,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, muara dan dermaga memiliki peran penting dalam mendukung kegiatan perikanan tangkap. Pendangkalan alur dapat menghambat pergerakan perahu, sehingga penanganan sedimentasi perlu dilakukan secara berkelanjutan.
Karena itu, DKP Kendal menilai pengerukan perlu disertai pemeliharaan rutin untuk menjaga kedalaman alur. Upaya tersebut diharapkan dapat meminimalkan gangguan terhadap aktivitas nelayan di kawasan pesisir Kendal.
“Jadi memang diperlukan pengerukan dan pemeliharaan agar pendangkalan tidak terus berulang dan mengganggu aktivitas nelayan di Kendal,” tandasnya.***
Artikel Terkait

Peduli Krisis Air, Polres Tegal Salurkan 20.000 Liter Air Bersih ke Desa Karangmalang dan Tonggara

Disdikbud Kendal Tekankan Legalitas dan Mutu Pembelajaran PAUD Muslimat NU

HUT Ke-75 Humas Polri, Polres Tegal Kota dan Awak Media Gelar Aksi Donor Darah
