Sehari, Dua Kebakaran Terjadi di Kendal, Ternyata Ini Penyebabnya

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 21.49
Kebakaran di Kendal
Polisi memeriksa gudang rosok yang terbakar Sabtu 29 agustus 2026. (Edhot/puskapik.com)

Gudang rongsok milik Agus Ariyanto, warga Ngampel Kulon, Kendal ludes terbakar, material rongsok yang mudah terbakar membuat kobaran api sulit dikendalikan

KENDAL, puskapik.com – Kepulan asap tebal membumbung dari sebuah gudang rosok di Desa Ngampel Kulon, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal, Sabtu 29 Agustus 2026.

Api dengan cepat membesar setelah menyambar tumpukan barang bekas yang sebagian besar berbahan plastik.

Gudang milik Agus Ariyanto tersebut akhirnya ludes terbakar. Material rongsok yang mudah terbakar membuat kobaran api sulit dikendalikan dan mengharuskan petugas bergerak cepat.

Baca Juga: Buruh Konveksi Ditemukan Meninggal Mendadak di Pekalongan

Saat kebakaran diketahui, gudang dalam kondisi terkunci. Warga dan petugas kemudian terpaksa mendobrak pintu untuk bisa masuk dan melakukan pemadaman.

Saksi di lokasi, Dian Purniawati, mengaku mengetahui kebakaran setelah mendapat informasi dari warga.

“Saya mendapat informasi ada kebakaran, kemudian saya datang ke sini. Saya tidak tahu persis awal apinya dari mana,” ungkap Dian.

Kondisi berubah dengan cepat. Asap yang semula terlihat dari dalam gudang semakin tebal hingga kobaran api membakar tumpukan barang bekas.

Kapolsek Pegandon AKP Nugroho Agung Purnomo mengatakan, penyebab sementara kebakaran diduga berasal dari aktivitas pembakaran sampah yang ditinggalkan tanpa pengawasan.

Menurutnya, sampah sisa plastik yang tidak terpakai dibakar di sekitar area gudang setelah itu, pemilik meninggalkan lokasi.

Sekitar pukul 12.30 WIB, seorang saksi melihat kepulan asap semakin membesar. Api kemudian diketahui telah menyambar bangunan penyimpanan barang bekas.

“Awalnya ada warga melihat asap hasil pembakaran sampah sisa plastik yang tidak terpakai di dalam gudang tersebut. Kemudian ditinggal pergi oleh pemilik. Sekitar pukul 12.30 WIB, saksi melihat kepulan asap semakin membesar dan membakar brak tempat penyimpanan barang-barang bekas,” jelasnya.

Api kemudian menjalar ke tumpukan rosok lainnya. Plastik yang terbakar membuat api semakin cepat membesar.

Untuk mengatasi kobaran api, BPBD Kabupaten Kendal mengerahkan dua unit mobil tangki air. Penanganan juga diperkuat satu unit mobil tangki air dari Yonif 935/SB.

Petugas menyemprotkan air secara terus-menerus ke sejumlah titik api. Pendinginan juga dilakukan untuk memastikan bara yang berada di antara tumpukan material rosok tidak kembali memicu kobaran.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait