Tak Sekadar Cetak Pengusaha, Namun Bidik Pebisnis Muslim Perkuat Ekonomi Muhammadiyah Kendal

Minggu, 20 September 2026 | 10.18
Sekolah Bisnis Muslim Angkatan VII Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kendal. (edhot)
Sekolah Bisnis Muslim Angkatan VII Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kendal. (edhot)

Sekolah Bisnis Muslim Angkatan VII PDM Kendal diikuti 32 peserta. Program ini mendorong kader mengembangkan usaha, memperluas jejaring, dan memperkuat ekonomi Muhammadiyah.

KENDAL,puskapik.com – Sekolah Bisnis Muslim (SBM) Angkatan VII Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kendal membidik lahirnya kader pebisnis Muslim yang tidak hanya mampu mengembangkan usaha, tetapi juga memperkuat ekonomi persyarikatan.

Sebanyak 32 peserta mengikuti program yang digelar Majelis Ekonomi, Bisnis dan Pariwisata (MEBP) PDM Kendal tersebut.

SBM memadukan pembelajaran bisnis dengan kaderisasi dan penguatan nilai keagamaan. Peserta didorong meningkatkan skala usaha, memperluas jaringan, hingga mampu memanfaatkan pasar internal Muhammadiyah.

Baca Juga: Ini Daftar Pejabat Ikut Lelang Jabatan Eselon II di Pemkab Tegal

Ketua PDM Kendal KH Ikhsan Intizam mengatakan keberlanjutan SBM hingga angkatan ketujuh menunjukkan perhatian Muhammadiyah terhadap pengembangan kader di bidang ekonomi.

“Kami sangat mengapresiasi. Ini menunjukkan MEBP peduli terhadap dunia usaha, ekonomi, dan kader Muhammadiyah yang berkecimpung dalam bisnis,” ujarnya, Sabtu (19/9/2026).

Baca Juga: Bupati Brebes Apresiasi Dinperwaskim, Gencarkan Kolaborasi Penyediaan Hunian Layak

Menurut Ikhsan, SBM tidak hanya berorientasi pada pencapaian bisnis. Karakter dan nilai keagamaan juga menjadi bagian penting dalam proses pembentukan pengusaha Muslim.

“Ini langkah strategis untuk pengaderan, pengembangan ekonomi dan dakwah Muhammadiyah, sekaligus memberikan manfaat bagi umat,” tegasnya.

Korbid MEBP PDM Kendal Mochammad Noer Agoes Hidayat mengatakan peserta SBM terlebih dahulu diajak mengubah pola pikir sebelum mengembangkan bisnis.

Mereka diarahkan mengenali potensi diri, menentukan model usaha, meningkatkan pendapatan, hingga membangun jejaring.

“Ada tiga proses yang kami dorong. Kalau pendapatan usaha masih di bawah Rp5 juta, setelah mengikuti SBM diharapkan bisa naik kelas. Berikutnya membangun fungsi dan memperluas jejaring dengan jamaah maupun korporat,” jelasnya.

Menurutnya, kemampuan membangun jaringan menjadi salah satu kunci bagi pelaku usaha untuk meningkatkan skala bisnis.

Ketua MEBP PDM Kendal Muhammad Fakhrudin Kurniawan mengatakan ekosistem Muhammadiyah memiliki potensi pasar yang cukup besar bagi pelaku usaha.

Di sektor pendidikan, misalnya, terdapat sekitar 11 ribu siswa dari jenjang SD hingga SMK. Jumlah tersebut belum termasuk TK dan perguruan tinggi.

Potensi pasar juga terdapat di sektor kesehatan. Muhammadiyah-Aisyiyah memiliki lima rumah sakit dengan lebih dari 1.000 karyawan dan sekitar 600 tempat tidur.

“Pasar di internal Muhammadiyah sebenarnya sudah terbuka. Tinggal bagaimana teman-teman pelaku usaha mampu memantaskan diri untuk masuk ke pasar tersebut,” tegas Fakhrudin.

Namun, ia mengingatkan peluang pasar tersebut harus diimbangi profesionalisme.

Pelaku usaha harus mampu menjaga kualitas produk, menawarkan harga yang sesuai, memenuhi kebutuhan konsumen, serta membangun networking.

Ketua Panitia SBM VII Shobaril Yuliardi mengatakan program berlangsung selama enam pekan dan menjadi salah satu program prioritas PDM Kendal yang diharapkan dapat digelar setiap tahun.

“SBM tujuh ini kami siapkan untuk jejaring usaha Muhammadiyah. Jadi lebih fokus ke sektor riil,” katanya.

Materi pembelajaran diberikan dengan komposisi sekitar 80 persen praktisi dan 20 persen akademisi.

Peserta juga mendapat coaching sesuai dengan bidang usaha masing-masing.

Program SBM VII tidak dipungut biaya. Pembiayaan kegiatan berasal dari PDM Kendal melalui MEBP dan Lazismu.

Shobaril menjelaskan, program tersebut tidak menjanjikan pemberian modal usaha secara langsung. Peserta justru diarahkan mendapatkan akses terhadap sumber permodalan yang sesuai dengan kebutuhan usaha.

“Modal usaha sifatnya akses. Kami tidak menjanjikan modal, tetapi menyiapkan aksesnya,” pungkasnya.

Melalui SBM Angkatan VII, PDM Kendal berupaya membangun ekosistem pelaku usaha dari kalangan kader Muhammadiyah.

Targetnya bukan hanya bertambahnya jumlah pengusaha, tetapi juga tumbuhnya bisnis yang mampu berkembang, membangun jejaring, dan memberi manfaat bagi persyarikatan serta masyarakat. **