Terlihat dari Tol, Kobaran Api Membakar Hutan Jati di Perbatasan Kendal-Batang

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 13.09
Kebakaran yang membakar  lahan dan hutan diperbatasan Kendal-Batang. (edhot)
Kebakaran yang membakar lahan dan hutan diperbatasan Kendal-Batang. (edhot)

Kebakaran hutan jati di perbatasan Kendal-Batang terlihat dari Tol Batang-Semarang. TNI, warga, Damkar, dan BPBD berjibaku memadamkan kobaran api.

KENDAL, puskapik.com – Langit di kawasan perbatasan Kabupaten Kendal dan Batang mendadak memerah, Jumat (28/8/2026) malam.

Dari kejauhan, kobaran api terlihat membelah gelap di lereng perbukitan sekitar Jembatan Kali Kuto.

Titik-titik api terlihat menyala di kawasan hutan yang berada di dataran lebih tinggi.

Baca Juga: Jangan Lewatkan, Launching Cafe Beda Cerita Plus di City Walk Kota Tegal, Buka 24 Jam Tempatnya Worth It Banget

Kobaran bahkan tampak dari jalur Tol Batang-Semarang, membuat kebakaran tersebut terlihat cukup jelas dari kejauhan.

Api diketahui membakar kawasan hutan jati di Petak 2F Gunung Mas, Desa Sambongsari, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal.

Kebakaran mulai terlihat membesar menjelang magrib. Kobaran api yang berada di kawasan perbukitan membuat penanganan tidak mudah.

Baca Juga: Polda Jateng Imbau Orang Tua Awasi Anak agar Tak Berada di Lokasi Rawan Kericuhan

Jika tidak segera dikendalikan, api dikhawatirkan merembet ke kawasan hutan dan lahan lainnya.

Di tengah kondisi tersebut, personel TNI bersama warga bergerak cepat menuju lokasi.

Babinsa Desa Sambongsari Serka Masrohim bersama anggota Koramil 04/Weleri Kodim 0715/Kendal langsung melakukan pemadaman. Warga juga ikut turun tangan dengan peralatan seadanya.

Informasi mengenai kebakaran pertama kali diperoleh dari petugas RPH Besokor, Rohmad Jono. Saat melakukan patroli, ia melihat adanya titik api di kawasan hutan.

Rohmad kemudian melaporkan temuannya kepada Babinsa dan petugas pemadam kebakaran Weleri.

Laporan tersebut menjadi langkah awal penanganan kebakaran. Sebelum tim pemadam tiba, personel Koramil bersama masyarakat berusaha menahan laju api agar tidak menjalar ke bagian hutan lainnya.

Kondisi medan yang berada di kawasan perbukitan membuat upaya pemadaman harus dilakukan dengan cepat dan hati-hati.

Gotong royong menjadi andalan. Personel TNI dan warga bersama-sama berupaya memutus kemungkinan rambatan api hingga kobaran berhasil dikendalikan.

Danramil 04/Weleri Kapten Cba Aziz Bukhori mengapresiasi respons cepat anggotanya dan masyarakat.

Menurutnya, kecepatan laporan menjadi faktor penting dalam mencegah kebakaran hutan berkembang menjadi lebih besar.

“Kebersamaan dan gotong royong menjadi kunci dalam menghadapi musibah. Kami terus mengingatkan masyarakat untuk selalu mencegah, meningkatkan kewaspadaan, dan segera melaporkan apabila menemukan adanya titik api di lahan maupun kawasan hutan,” ujarnya.

Ia meminta masyarakat tidak menganggap remeh keberadaan titik api, terlebih pada musim kemarau ketika kondisi lahan dan vegetasi lebih mudah terbakar.

Laporan sekecil apa pun, menurutnya, dapat membantu petugas melakukan penanganan lebih awal.

“Jangan sampai api yang awalnya kecil berkembang dan meluas. Kepedulian masyarakat sangat dibutuhkan,” katanya.

Pemadaman kemudian dilanjutkan bersama tim Damkar Weleri dan anggota BPBD Kabupaten Kendal.

Kebakaran tersebut menjadi pengingat bahwa kawasan hutan di wilayah perbatasan Kendal-Batang masih menghadapi ancaman kebakaran saat musim kemarau.

Beruntung, kobaran api dapat dikendalikan sebelum meluas. Petugas juga melakukan pemantauan untuk memastikan tidak muncul kembali titik api di sekitar lokasi.

Sementara itu, penyebab pasti kebakaran hingga kini belum diketahui. **